Blogger Widgets
Berita Terbaru :
  • Dewan Guru

  • Wisuda Kelas 9

  • Snowalker

    Milad ke 13

  • Howling

    Juara 1 LT1

  • Sunbathing

    AB Adventure

  • Howling

    Juara 1 LT1

  • Sunbathing

    Gedung Asrama Putri

  • Sunbathing

    Paskibra Putri

  • Howling

    Upacara Pagi

Berita Terkini :

Entri Populer

Karya Siswa

Berita Sekolah

Ekspedisi Kali Kuning 2

Kami brangkat pada hari sabtu tgl 20 juni 2009… Bersama 15 anak dan 3 pembimbing.. hari itu matahari sangat terik membuat dahaga makin meringkik tapi smangat tetap berkobar pasti.. Kami berkumpul di sekolah tepat jam 2.. Sebelum berangkat menuju lokasi kami terhibur dengan kedatangan teh nini dan berkesempatan untuk foto bersama beliau.. ini tak pernah ku alami sebelum nya.. Kami siap untuk berangkat,kami berjalan menuju terminal untuk mencari bis jurusan kali urang.. Kami berjalan sangat jauh dalam kurun waktu kurang lebih setengah jam dengan sengatan panas matahari yang begitu mengesalkan.. Berjalan berderetan seperti kurcaci kepanasan.. tak apa kurasa demi kepuasan yang akan datang.. Sesampainya di terminal..Kami sungguh lega akhirnya tiba juga kami pada tujuan permula’an.. sampailah kami diterminal Giwangan Bantul..Kami tiba disana tepat adzan ashar berkumandang..Tetapi ternyata seharus nya kami menunggu bis di depan sekolah pada jalur 7 yang kemudian menaiki angkot jk-kaliurang.. karna diterminal bis jurusan kali urang harus di tunggu sangat lama..

Melanjutkan perjalanan..Dalam perjalanan kami tidur sepulas nya.. hingga ku dengar hp salah satu pembimbing hilang..Hp ust.Toni HILANG !Kami semua sangat cemas tapi mungkin itu takdir dari tuhan yang telah di atur olehNya..Mari kita do’akan semoga ust.Toni mendapat penggantinya yang lebih baik.. Amien.. Sesampai nya di sana..Kami berjalan dari tempat pemberhentian bis yang tak terlalu jauh dari lokasi..Ketika sampai lokasi Kali Kuning SUBHANALLAH.. aku takjub melihat panorama nya yang sangat asri.. pohon tinggi menjulang gagah.. angin sejuk meniup lembut.. aliran sungai mungil tampak jernih.. air mengalir jauh.. Jembatan panjang kokoh berdiri.. Merapi terlihat jelas di depan mata ku.. Maha besar ALLAh atas segala cipta’an Nya..Setelah cukup menikmati indah nya alam kami langsung mendirikan tenda hingga masuk waktu maghrib kami lekas berwudu..

Setelah sholat maghrib inila sa’at yang paling di tunggu-tunggu.. “Makan Malam” yeah I Like it..
Walau kita gak punya bahan makanan kecuali satu buah pop mie u/ 4 orang [ida..vivi..vinda..huDzai] Syukur Alhamdulillah pembimbing kita sangat dermawan.. usatadz ngasi kita makanan buat di makan bersama-sama.. terima kasi Guru Ku… 

Acara Inti..Menurut saya acara terpenting dalam rihlah ini adalah Perpisahan dengan ustadz ustadzah yang pada tahun ajaran baru mendatang tidak dapat mengajar kami dengan berbagai alas an.. Di awali oleh nasehat dari ust . Toni sebagai pembimbing pramuka kami.. dilanjutkan oleh ust. Emil yang membawakan nasehat nya dengan sangat kocak dan menghibur.. dan di akhiri oleh ustadzah Ade yang ternyata beliau juga tidak dapat mengajar siswa siswi SMPIT karna harus pulang ke tempat asal nya setelah hamper menyelesaikan study nya..
“ USTADZ USTADZAH KU TERIMA KASIH TLAH MEMBIMBING KAMI DO’AKAN KAMI MENJDI ANAK YANG TA’AT & B’IMAN.. amien

Malam mulai larut…
Ketika bintang bertaburan..angin berhembus makin kencang dingin nya tak tertahan membekukan nyali bila tak cepat berselimut dalam dingin nya malam pegunungan..
Pada pukul 9 malam kami memutuskan untuk bergegas tidu lelap.. tapi hingga pagi menjalang keinginan itu tak bisa kuwujudkan dingin menusuk hingga ke tulang.. ku habiskan waktu ku untuk menggigil di sepanjang malam..

Fajar mulai menyingsing :
Akhir nya malam menakutkan itu berakir.. Kami lekas berwudu untk menunaikan shalat subuh.. wah aku tak tahan menyentuh dingin nya air sungai.. perlahan ku berwudhu hingga membekukan ku… Akhir nya sinar matahari mulai terlihat hangat lega nya hati ku…

Kegiatan Kegiatan :
Pada pagi hari nya kami awali acara kami dengan olah raga pagi.. kami mendapat tugas untuk bekenalan dengan anak-anak siswa dari SMPN 1 SLEMAN yang juga sedang berkemah di tempat yang sama…Setelah itu kami lanjutkan dengan RAPLING .. Kami di beri kesempatan untuk melakukan rapling sepuas kami.. dari pagi hari hingga siang terik… Woa tentunya kami puas sekali…

Kami semua merasa lelah dengan kegiatan-kegiatan yang mengasyikkan ini dan kami senaaangg
Dan akhir nya…Waktu nya telah habis.. mari pulang.. Perjalanan Pulang…
Wah akhir nya sudah waktu nya untuk pulang… Setelah merobohkan tenda dan packing kami langsung berbaris menuju pintu gerbang karena disana rupa nya sudah ada yang menunggu kami…Waa bangga nya aku menaiki angkot merah gagah…Trimakasih yak arena sudah mengantar kami sampai tiba di depan sekolah…sLamat wal afiat Di perjalanan tak ada seorang pun diantara kami yang tak tertidur pulas… dengan jok kursi yang empuk dan AC alami yang berhembus menggoda kami untuk menutup mata meluapkan rasa lelah…

Ketika ku buka mata waa sudah sampai jogja… Tak berapa lama kami tiba di depan sekolah…
Ku gendong tas merah ku beranjak pulang kerumah…


Teh Ninih Bersilaturahmi ke SMP IT ABU BAKAR

Yogyakarta, 20 Juni 2009. Al-Hamdulillah suatu kehormatan bagi keluarga besar SMP IT Abu Bakar karena pada Sabtu, 20 Juni kemarin Teh Ninih berkunjung ke SMP IT ABY kebetulan tujuan dari kunjungan ini untuk bersilaturahmi dan ingin mengetahui banyak tentang informasi SMP IT ABY, karena kebetulan sekretaris beliau mempunyai saudara yang tinggal berdampingan dengan sekolah, denger-dengar beliau akan mendirikan sekolah, jadi sekalian bersilaturahmi dan Study Banding.

Di temani dengan putri dan sekretaris beliau sekitar pukul 13.00 beliau datang ke SMP IT ABY, dan ketika pulang tak lupa Tema TONTI ABY yang akan mengadakan Ekspedisi Kalikuning tak lupa mengabadikan moment yang sangat berharga ini.



My Family

By: Dzikria Afifah

“Huh!libur lagi…, libur lagi. Mana 5 hari lagi. Padahal aku masih kangen sama teman-teman.’’Kataku sambil membanting tas ke kasur, Kesal. “Berarti selama libur panjang aku harus bertemu sama kedua adikku yang selalu buat ulah. Ketemu abiku yang dikit-dikit marah. Alhasil, aku juga akan selau bertemu ummiku yang cerewet selamu liburan nanti. Bisa jadi neraka kecil nih rumahku. Huft!jadi serba salah.’’

Untuk menghilangkan kekesalanku. Aku pun memutuskan untuk membaca novel. Tak lama kemudian, terdengar pintu depan dibuka. “Assalamualaikum.....’’ “Waalaikumsalam......’’Jawab ummiku yang sedang berkutat di dapur. “Yes!besok aku libur 3 hari!.’’ “Aku juga!sama kayak kakak.’’Kata Furqon. Adikku yang ikut menimpali ucapan Ikhsan. Adik perempuanku.
“Kok libur?.’’ “Kan kakak kelas 6 UASBN, mi...’’ “Oo...’’ Aku yang mendengar percakapan tersebut dari dalam kamar hanya bisa mendesah. Aku pun kembali membaca novel yang sempat berhenti.
“Novel apa tuh kak?.’’
“Uglyphobia.’’
“Boleh baca?.’’
“Eit, nggak boleh. Ini khusus remaja.’’
“Emangnya itu punya siapa?.’’
“Mbak Luthfia.’’
“Besok, aku libur lho kak...’’
“Weeek...emangnya aku nggak. Aku juga libur. Malah 5 hari, banyak tho ketimbang kamu.’’
^^^^^
Pagi hari yang diselimuti awan mendung. Yup!aku tahu keadaan itu, karena aku mengintip dari celah jendela yang berada di atas. Tapi aku berharap semoga siang hari nanti matahari akan ceria, sehingga langit pun tak mendung lagi. Bukannya aku bangun dan bergegas untuk menunaikan sholat shubuh. Tapi aku malah kembali melanjutkan tidurku.
Dengan tanpa rasa bersalah aku pun berusaha untuk kembali memejamkan mataku. Namun, kejadian buruk terjadi. Ummiku berteriak dari luar kamar.
“KAKAK IFFAH....BANGUN!!!!!, SUDAH JAM LIMA!!. AYO BANGUN!!!.’’
Tapi aku tetap optimis dan masih berusaha memejamkan mataku kembali. Aku pun memeluk gulingku, berharap agar cara ini bisa membantuku yang sedang berusaha memejamkan mataku kembali. Tapi, pintu kamarku terbuka. Aku pun mengintip dengan bukaan mata yang amat kecil. Amat sangat kecil. Aku dapat mengetahui siapa orang yang membuka pintu kamarku. Dengan daster berwarna kuning berlengan panjang dan memakai kerudung hitam berbordir. Aku amat sangat mengenal sosok itu. O’o...itukan ummiku...hwwaaa!.
“Ealah...bukannya cepet bangun malah tidur lagi...sudah jam 5 itu lho...cepet sholat shubuh. Kakak Iffah sudah baligh tho...semua amal perbuatannya kan sudah dicatat...Kakak Iffah dah punya buku amal sendiri.’’
Tak ada respon dariku. Ummi pun melanjutkan kuliah shubuhnya di kamarku tanpa bayaran dan siaran langsung. Baik di tv maupun di radio. Kuliah shubuhnya ummiku pun tak ada tema maupun judul ceramahnya.
’’Ayo kak...bangun yuk!anak sholikhah ummi...ayo bangun nak...”Kata ummiku sambil menggelitik kakiku. Hal ini yang membuatku sebal. Dan mau nggak mau, aku harus bangun.
“Nah gitu dong...ayo!cepet ambil air wudhu...terus sholat ya...”Sambil menciup kening dan kedua pipiku. Ini hal yang aku suka dari Ummi. Selalu menciupku kalau aku sudah bangun dari tidur. Seneng deh rasanya!. Tapi, walaupun begitu aku tetap susah bangun. Penyakit kronisku dari dulu. Entahlah sejak umur berapa aku mendapatkan penyakit susah bangun.
Rencananya siang nanti aku akan pergi ke warnet, tapi kalau ada yang mengajakku online. Kalau nggak ada...ya terpaksa aku nonton tv dan mengerjakan tugas liburan.
Ritual sarapan pagi pun dilaksanakan. Dengan nasi hangat, martabak mie dan sambal ijo. Tanpa sambal, rasanya kalau makan nggak ada rasanya. Itu kata Ummi, Siti dan Sidiku lho...soalnya Ummi, Siti dan Sidiku berasal dari daerah Sumatera. Tepatnya di kota Palembang. Selama aku hidup, aku belum pernah makan pagi, siang maupun malam tanpa sambal. Oh iya!aku hampir lupa, Siti itu adalah bahasa Palembang yang artinya Nenek. Sedangkan Sidi adalah bahasa Palembang yang artinya Kakek.
Kalau Abiku berasal dari Tegal, Daerah yang terkenal dengan bahasa ngapak-ngapaknya. Ya...itulah kekuasaan ALLAH. Kita diciptakan berpasang-pasangan. Dan nggak mustahil kalau orang Jawa bisa menikah dengan orang Batak. Jawa dan Sumatera. Ya...seperti Abi dan Ummiku.
^^^^^
Setelah mandi dan sarapan. Aku mengambil uang serta segera berlari menuju ruang tamu untuk mengambil sepeda. Namun, saat akan membuka pintu pagar, tiba-tiba langkahku dihentikan oleh panggilan Ummi yang lembut tetapi tegas.
“Mau kemana kak?.’’
“Mau ke warnet mi...’’
“Sama siapa?.’’
“Sendiri.’’
“Nggak, nggak boleh. Sini masuk lagi. Liburan bukannya cerita-cerita sama ummi, curhat atau sebangsanya. Eh...malah keluyuran. Sedikit-sedikit pergi, sedikit-sedikit pergi.’’
Dengan perasaan sebal dan langkah gontai. Aku pun kembali memasukkan sepedaku ke ruang tamu. Seketika itu tanganku langsung ditarik dan aku pun didudukkan di atas kursi ruang tamu.
“Ummi kasih tau ya kak...ummi itu khawatir kalau kamu pergi sendirian ke warnet...ummi takut...kamu buka situs porno yang nggak-nggak.’’
Aku pun terhenyak, mendengar penuturan dari Ummiku. Ternyata sampai seperti itu pikiran Ummi kepadaku. Ummi berarti telah bersu’udzon kepadaku. Aku tak terima. Langsung ku sanggah pernyataan itu.
“Ummi, berarti udah berburuk sangka sama Iffah. Iffah nggak kayak gitu mi...boro-boro buka situs kayak gituan. Alamatnya tau aja juga nggak.’’
“Ya..ma’af deh kalau begitu. Ummi hanya khawatir aja sama kakak...Sekarang alat komunikasi sudah canggih. Pintar-pintar jaga diri ya kak...Ummi maunya kamu itu lebih baik dari pada ummi. Kalau ummi boleh tau...kakak sudah tertarik sama lawan jenis belum?.’’
Waduh...ini nie yang sudah aku curiga dari awal dan ini yang sudah menjadi kebiasaan Ummi. Setiap mengajak ngobrol aku. Pasti ujung-ujungnya ke topik itu. Aku pun tak mau menjawab, biar Ummi berusaha mencari sendiri dan menjadi Ummi yang aktif serta perhatian kepada anaknya. Mendengar pertanyaan itu, pipiku pun bersemu merah
^^^^^
Setelah sholat maghrib berjama’ah. Abi mengajak Ummi, aku serta adik-adikku menuju ruang tamu. Katanya sih Abi kepingin bicara sesuatu.
“Alhamdulillah...sudah kumpul semua. Abi to the point aja ya... .Karena malam ini malam minggu dan pada belum makan malam semua. Abi mau ngajak kalian semua untuk makan malam bersama di luar. Mumpung kita bisa makan malam bersama. Kita kan jarang makan malam bersama. Bagaimana setuju tidak?.’’
“SETUJU!!!!!.’’
“Nah, setelah sholat isya’ berjama’ah nanti, semuanya harus bersiap-siap ya... .Abi tunggu di mobil, siiip?.’’
“SIIIIPP...’’
“Cium abi dulu dong!.’’
Dengan perasaan sayang dan ucapan terimakasih. 4 kecupan mendarat di wajah Abi. Ummi bagian kening, aku bagian pipi kiri, Ikhsan bagian pipi kanan dan Furqon di dagu.
^^^^^
“Bagusnya kakak pakai baju muslim warna apa ya, de’?. pink atau ungu?.’’
“Bagusnya sih warna ungu..yang agak slow. Kalau baju muslim yang warna pink itu. Pinknya mencolok banget...’’
“Ok deh!.’’
5 menit kemudian, semua anggota keluargaku sudah siap dengan pakaian dan dandanan masing-masing. Ummi dan Abi memakai baju batik berwarna merah. Furqon memakai kemeja berwarna merah marun. Sedangakan Ikhsan memakai baju perpaduan antara warna pink dengan ungu.
Abi pun memanaskan mobil, Ummi sedang mengunci pintu-pintu rumah yang perlu dikunci. Aku sedang memilih-milih, sepatu apa yang cocok aku gunakan. Tetapi, di dekat mobil sana. Ikhsan dan Furqon saling adu mulut.
“Nanti aku yang duduk di tengah.’’
“Wee...udah kakak duluan.’’
“Tapi ade’ mau lihat pemandangan jalan di malam hari...’’
“Tapi kata abi, siapa cepat dia dapat.’’
“Aaahhh...pokoknya ade’ maunya duduk di tengah.’’
“Nggak...udah kakak.’’
“Ade’.’’
“Kakak.’’
“Ade’.’’
“Kakak.’’
Saling pukul antara Ikhsan dan Furqon pun tak bisa dielakkan. Aku pun yang melihatnya segera berlari ke TKP. Namun, telat bagiku, karena masalah itu telah diatasi oleh Abiku. Dengan kata-kata lembut dan bijaksana yang mengalir dengan begitu hangat dan menyentuh. Serta belaian dan sentuhan yang sarat penuh dengan kasih sayang. Akhirnya Abiku dapat mendamaikan kedua adikku. Dan adikku saling berma’afan Aku hanya dapat melihat peristiwa itu dari radius 50 meter.
”Ma’afin adik ya kak...kakak boleh kok duduk di tengah. Adikkan sayang kakak.’’
”Iya, kakak juga minta ma’af ya.. . Kakak juga sayang adik kok Tapi kakak nggak jadi deh duduk di tengah...”
”Lho kenapa?.’’
”Buat kakak Iffah aja...’’
”Iya aku setuju.’’
Seketika itu pula kedua adikku berlari ke arahku dan meminta untuk dipeluk. Aku pun keget dengan reaksi itu. Selain itu kedua adikku berebut untuk mencium kedua pipiku. Hangat dan sarat dengan perasaan cinta serta kasih sayang. Aku pun bahagia memiliki adik seperti itu. Walaupun sering buat jengkel tapi ya...itulah adikku...
”KITA BERDUA SAYANG....BANGET SAMA KAKAK IFFAH!!!!!.’’
^^^^^
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Melewati jalan-jalan yang amat sangat lebar. Kalau nggak ada kendaraan sama sekali alias kosong koplong. Jalan yang amat sangat lebar itu bisa dibuat untuk main sepakbola. Ditemani dengan lampu jalan serta bantuan lampu depan mobil yang watt-nya sangat terbatas adalah ciri khas jalan di malam hari. Di dalam mobil mengalunlah sebuah nasyid dengan tema keluarga sakinah.
Mobil pun melaju dengan kecepatan amat sangat pelan. Memasuki gang yang penuh lubang alias kubangan air. Gang itu penuh dengan rumah, meski sudah malam. Masih saja ada anak-anak yang bermain sepak sekong, petak umpet maupun lompat tali.
“Katanya...mau diajak buat makan malam.. . Kok malah ke temapat yang kayak beginian?.’’
“Sabar ya kakak Ikhsan yang sholikhah...habis dari sini, baru deh kita makan malam. Betulkan ummi?.’’Kata Abi sambil menoleh ke arah Ummi. Pertanda meminta persetujuan.
“Iya…’’Jawab Ummi dengan singkat.
Mobil pun akhirnya berhenti di sebuah pemakaman umum. Aku pun bergidik ngeri. Gelap gulita. Sepi senyap. Semua penghuninya adalah manusia yang telah menghadap lebih dulu kepada Rabb-Nya sebelum kita. Disanalah tempat peristirahatan yang terakhir bagi orang-orang yang kita sayangi. Jika kita tahu dan mau mengetahui, ada roh yang pergi dengan keadaan dengan wajah yang bersenyum berseri-seri serta sarat dengan kedamaian. Ada pula roh yang wajahnya dipenuhi peluh keringat serta penuh dengan kemuraman. Na’udzubillahhi Mindzalik. Tinggal terserah kita mau pilih yang mana.
“Ihh...abi mah kok berhenti disini?.’’Kata Furqon hampir menangis karena ketakutan.
“Abi minta ma’af ya sebelumnya. Abi tidak memberitahu sebelumnya tentang ini kepada kalian, abi maunya acara ini jadi suprise.’’
“Disini abi dan ummi mau bilang kepada para bidadari kecil milik ummi dan abi. Abi sengaja memberhentikan mobilnya disini karena ingin memberitahu bahwa abi dan ummi hidup di dunia ini hanya sebentar. Tidak cuma’ abi dan ummi saja, semua makhluk hidup yang ada di hamparan muka bumi ini.’’
”Abi sama ummi kepingin kalian semuanya jadi anak yang sholeh maupun sholekhah. Saling mecintai sesama saudara muslim. Dan selalu berbuat kebaikan.’’ Kata Abi yang melanjutkan omongan Ummi sebelumnya.
”Anak-anak abi sama ummi mau nggak orang tuanya masuk surga?.’’
”Mau...!!!.’’
”Kalau begitu jika abi dan ummi sudah meninggal jangan lupa do’akan ummi abi ya...karena yang dapat membantu ummi dan abi masuk surga adalah do’a dari anak-anak yang sholeh dan sholehah. Ummi dan abi nggak mau kalau sudah meninggal nanti kalian bertiga jadi anak yang nakal. Malah ummi dan abi berharap kepada kalian, kalian itu menjadi lebih baik dari pada ummi dan abi.’’Kata Ummi sambil berkaca-kaca.
Aku pun sudah tak kuat lagi menahan butiran air mata yang berusaha untuk ku tahan sejak tadi. Dadaku sesak mendengar penuturan seperti itu dari kedua orang tuaku.
”Jadi...pesan dari abi dan ummi untuk kalian. Jadilah anak yang sholeh dan sholehah dimanapun kalian berada dan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Dan jangan lupa untuk selalu mendoakan abi dan ummi selalu.’’
Aku pun menarik nafasku dalam-dalam. Menghembuskannya secara perlahan. Aku menagis dengan butiran air mata yang mengalir sangat deras. Sesekali terdengar sesegukanku yang lumayan keras. Aku paling benci menagis jika dihadapan orang tuaku. Aku malu. Aku terkesan menjadi anak yang sangat lemah dihadapan keduanya. Apalagi di depan Abiku. Wuiihhh..malunya nggak kebayang deh.
Malam ini, malam yang sangat berkesan untukku. Ditemani suasana yang sunyi senyap dan mencekam Aku mendapat nasehat yang amat sangat berharga. Aku akan berusaha untuk selalu mengingatnya dan mengamalkannya.
Abi...Ummi...terimakasih telah memberikan amanah yang terbaik untukku. Aku tak bisa berjanji tetapi aku akan bertekad untuk selalu menjadi anak yang terbaik bagi Ummi dan Abi. Gumamku.
Aku pun menerawang jauh. Menatap nisan-nisan yang berjejer rapi. Tanah yang menggunduk berwarna merah. Serta beraneka ragam bunga yang bertaburan di atasnya. Tercium pula bunga melati yang menambah kesan mengerikan.
Suatu saat nanti aku akan pergi kesana. Di sanalah rumah masa depanku dan aku akan tinggal untuk selama-lamanya. Entah kapan, bisa besok atau pun lusa. Dan aku pun tak tahu apakah aku bisa bertemu dengan kekasih Allah dan tuhanku yang Maha Agung.
^^^^^
Sampai sekarang aku masih pusing tujuh keliling hanya untuk memikirkan hadiah apa yang pantas untuk aku berikan kepada Ummi. Celengan sih sudah aku bongkar, Cuma’ aku bingung...kira-kira barang apa ya yang pantas untuk aku berikan kepada Ummi. Mau tanya, tapi malu.
Memang hari ini Ummiku sedang berulangtahun. Bayangkan hari ini!, tetapi aku belum membeli barang apapun untuk Ummiku. Aduh...pusing!!!!
Sudahlah aku pun pasrah. Untuk ulangtahun Ummiku yang kali ini aku tidak akan memberikan hadiah untuknya. Semoga Ummi tidak kecewa denganku.
^^^^^
Malam harinya aku terbangun. Ya...sekitar jam 3.00 malam. Haus sekali rasanya...benar-benar kering tenggorokanku. Setelah meneguk segelas air putih. Aku pun segera kembali menuju ke kamar, melanjutkan tidur yang sempat terputus. Tetapi, langkahku tiba-tiba terhenti mendengar suara dzikir yang sangat lirih. Aku pun menengok ke arah sumber suara.Itu Ummiku yang sedang sholat tahajud. Entah mengapa aku sangat ingin mendekatinya.
Segera kupeluk Ummiku dari arah belakang. Dzikirnya pun terhenti dan menoleh ke arahku.
”Lho kakak Iffah kok bangun?. Ada apa nak?.’’
”Tadi Iffah haus mi..’’
”Nggak tidur lagi?.’’
”Ngngngng..........anu mi...Iffah mau ngucapin sesuatu sama Ummi. Tetapi Iffah malu banget...’’
”Ayo...bilang aja nggak papa kok.’’
”Selamat ulangtahun ya mi...semoga jadi ummi dan istri yang sholihah buat Iffah dan adik-adik serta buat abi juga. Semoga kita bisa bertemu di surga ya mi...’’Aku pun mengecup dahinya dan mengalirlah tetes demi tetes air mataku.
”Sama-sama...makasih ya atas doa’nya. Dan semoga kita bisa bertemu di surga nanti ya anakku.’’
”Tapi Iffah minta ma’af soalnya nggak bisa ngasih hadiah.’’
”Nggak apa-apa...yang penting kalau kakak Iffah sholehah. Itu sudah hadiah yang terindah buat ummi dari Allah.’’Ummiku pun menagis sambil membelai rambutku.
”Kalau Iffah jadi tentara Iffah akan menjaga Ummi dari segala musuh yang mau jahat kepada Ummi. Jika aku presiden aku akan bertindak adil untuk semua rakyat terlebih-lebih ummi. Jika menjadi polisi dan ummi akan pergi. Seluruh jalan akan Iffah kosongkan hanya untuk ummi seorang. Agar ummi tidak mengalami kemacetan. Ummi harus tau, Iffah melakukan semua itu karena berlandaskan rasa cinta dan kasih sayang yang amat sangat besar untuk Ummiku yang satu ini. Ma’afin Iffah yang selalu buat ummi susah Tetapi ummi harus tahu bahwa Iffah amat sangat sayang sama ummi.’’Kataku sambil mengecup keningnya.
”Sama-sama anakku.’’
Butiran air mata yang jatuh dari mata seorang anak yang amat sangat mencintai Umminya adalah butiran cinta. Tutur kata yang lembut dari bibir Ummi adalah bahasa cinta. Sedangkan sentuhan dan belaian kasih sayang seorang Ummi adalah sentuhan cinta yang diberikan dari seorang Ummi untuk anaknya serta anugerah yang terindah yang bisa kita rasakan dan terkirim untuk kita dari Allah.
I LOVE YOU UMMI!!!!!
TAMAT

Cerpen ini khusus aku persembahkan untuk Ummiku Angraini Melyandri. Aku ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya untuk pengorbananmu selama ini. Ummi harus tahu bahwa Iffah amat sangat mecintai Ummi.














Khoiru Ummah

By: Amiroh Mujahidah

Bismillahirrahmanirrahim
ASSALAMU’ALAIKUM wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas ridho dan hidayah-NYA semoga senantiasa membersamai seluruh umat muslim dan muslimah di seluruh penjuru dunia. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sahabat,keluarga dan pengikutnya yang setia. AMIIN

Pertama-tama aku ucapkan begitu banyak puji syukur karena Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kesehatan serta buah pikiran yang positif kepadaku hingga akhirnya aku telah berhasil menyelesaikan tugas T.I dari Ust.Toni Hermanto yaitu berupa tugas membuat karangan tentang “Kehidupan di Keluarga”.

Lalu yang kedua aku ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh anggota keluarga saya yang telah menjadi inspirasi yang banyak untuk karanganku terutama untuk UMIku tercinta yang telah memberiku banyak motivasi.

Dan untuk yang ketiga aku ucapkan pula rasa terimakasihku kepada Ust.Toni, memang saat saya menulis mengetik, berpikir itu sangat memusingkan dan menyebalkan, tapi berkat tugas ini saya dapat menambah pengalaman dan wawasan saya dalam computer ataupun dalam membuat karangan.

Dan yang terakhir aku ucapkan pula banyak terimakasih kepada seluruh teman-teman yang mau mrngajari apa yang belum aku bisa dan mau menemani aku selama ini dan sejauh ini.Dan aku berharap buku tentang KHOIRU UMMAH {sebaik-baik umat}ini dapat bermanfaat bagi para pembaca serta dapat menambah ilmu untuk semua yang membaca,AMIIIN…Kalaupun nantinya banyak kata yang kurang berkenan agar dimaafkan dan apabila ada kesalahan dalam berpengertian maka itu semua datangnya dari sayalah semata saya beristighfar kepada ALLAH SWT “Astaghfirullah…”,tapi kalau ada yang benar maka semata-mata itu dikarenakan Hidayah dari ALLAH SWT.

SEKALI LAGI AKU UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA……!!!
THANK YOU VERY MUCH

KENALAN DENGAN PARA TOKOH YUK…...!
Assalamu’alaikum………
Dalam cerita ini aku Amiroh Mujahidah berganti nama menjadi Anisa disini aku termasuk sebagai tokoh utama,dan disini aku Anisa memiliki seorang ibu yang bernama Bu Khodijah dan juga memiliki seorang ayah yang bernama Pak Abdullah aku memanggil ke-2orang tuaku dengan panggilan Abi dan Umi,serta seorang kakak yang bernama Umar dan seorang adik bernama Fatiya,itulah seluruh keluargaku dalam cerita ini.Dalam cerita ini aku juga mempunyai 2 orang sahabat pertama bernama Fatimah dan yang kedua bernama Ainun.Aku juga memiliki beberapa teman bermain yang ada di sekolah dan di rumah serta beberapa tetangga yang sangat menarik.Bahkan kisah-kisah kehidupan yang menarik pula menjadi kisahnya,beserta beberapa kegiatan yang dilakukan setiap harinya oleh keluargaku.Semoga cerita ini tidak membosankan para pembaca sekalian.
SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA BACA BISMILLAH TERLEBIH DAHULU…..!TERIMAKASIH Wassalamu’alaikum…………

Sayup-sayup suara ayam berkokok terdengar,tanda malam akan segera berakhir,dering jam beker menyentak telinga Anisa yang sedang terbuai kelelapan malam,perlahan membuka matanya melirik jam bekernya menunjuk pukul 04.00 “Alhamdulillah”gumamnya, diapun bangkit dari kasur kerasnya dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudlu.Sholat tahajjud di lakoninya dengan khusyu’ dan berdzikir membaca Al-Qur’an sampai terdengar sayup-sayup adzan subuh yang menyejukkan hati begitulah siswi kelas VII SMPIT Abu Bakar ini menikmati 2/3 malamnya ,walaupun masih belum rutin.Selesai sholat subuh dan menyiapkan pekerjaan sekolah,bergegas gadis ini ke dapur untuk membantu uminya menyiapkan sarapan keluarga.

Bu Khodijah,umi Anisa memang melakukan semuanya sendiri tidak ada Khodimah{pembantu}.Setiap pagi keluarga itu memang sibuk.Pak Abdullah suami Bu Khodijah menyiapkan motor dan memanasi mesin mobil,Umar kakak Anisa,begitu juga Fatiya adik Anisa,sibuk dengan urusan masing-masing. Sarapan sudah siap keluarga inipun bersantap bersama.

Matahari mulai menampakkan senyumnya,jalan aspal didepan rumahnya yang tadinya lengang mulai menampakkan kehidupannya.Anisa membimbing sepeda ontelnya,setelah terlebih dulu berpamitan pada Abi dan Uminya.Dengan gontai sepeda dikayuh sambil menikmati suasana pedesaan disekitar rumahnya dan sepanjang perjalanan,sawah nan hijau, angin pagi yang bertiup segar sesegar angin mamiri menerbangkan ujung-ujung jilbab putihnya,pohon-pohon besar disepanjang tepi jalan,petani yang mulai turun kesawah dan ah……. tak terasa sudah sampai di halaman sekolah.Nampak Fatimah dan Ainun duduk-duduk didepan kelas.
“Asssalamu’alaikum”,ucap Anisa
“Wa’alaikumsalam”,jawab Fatimah dan Ainun hampir bersamaan
“PRnya dah selesai,pren?”,tanya Fatimah
“Alhamdulillah”,jawab Anisa sambil ikut nimbrung didepan kelas
“An, besok Ahad nonton konser yuk!di Mandalakrida”,ajak Fatimah
“Ya, ada Ungu dan Band-band lokal”,sambung Ainun dengan hati yang gamang Anisa bergumam,”Kayaknya aku gak bisa deh”
“Emang kenapa?gak boleh ya sama umimu?”,tanya Fatimah
“Nggak juga,kalian ingat ngak?kata ustadzah Nurul waktu Liqo’.bahwa itu hal yang sia-sia alias Lagho dan salah satu ciri orang beriman adalah meninggalkan hal yang sia-sia”,jawab Anisa
“Ya sich,kita ingat”
“Ah…...bagaimana kalo kita ke Islamic Book Fair aja,di Wanitatama?”,ujar Anisa mengalihkan perhatian sahabatnya
Wajah Fatimah dan Ainun nampk ceria,serempak mereka menimpali
“Oke coy No Problem!
“Kita berangkat naik sepeda sendiri-sendiri aja ya?”,ajak Anisa “Ntar kalian aku ampiri,OK!
“Yo’i”
Bel tanda masuk berbunyi,mereka
pun bergegas masuk kelas.

***

Sore itu mendung menghiasi langit nan biru,udara yang tadinya cerah jadi agak remang.Matahari terhalang sinarnya, tapi hanya sebentar saja langit cerah kembali.Angin telah menyapu awan dan membawanya pergi entah kemana.Anisa menerawang,dia teringat ayat-ayat-NYA.DIA yang menurunkan hujan,kemudian dengannya ditumbuhkan tanaman yang diperuntukkan untuk manusia “Subhanalloh”,gumamnya.Sampailah di depan rumah,setelah merapikan sepeda dan tasnya,langsung menuju kulkas untuk mencari minuman segar dan kue kalo ada.

Sambil leyeh-leyeh melepaskan penat seharian di sekolah,Anisa ikut nimbrung di depan Televisi yang sedang ditonton Fatiya dan Umar kakaknya,sebelum ia bergegas mandi .
Di layer TV terbaca,SAATNYA ADZAN MAGHRIB,terdengar Bu Khodijah mengingatkan .”Umar,Anisa,Fatiya!ayo sholat maghrib”.TV di TURN OFF,ketiga bersaudara ini bergegas antri kamar mandi untuk berwudlu.

Sholat maghrib berjama’ah,Pak Abdullah yang jadi Imamnya.Keluarga Pak Abdullah begitu kompak.Selesai sholat semua dibiasakan tadarus Al-Qur’an minimal satu ruku’,ini membuat rumah Pak Abdullah semakin terasa sejuk.Pasca tadarus Anisa bersama uminya menyiapkan makan sore,tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi bell rumah
Ting…..Tong…..Assalamu’alaikum .Fatiya mengenakan jubah dan kerudungnya,segera menyongsong siapa yang datang,dibukanya pintu.Disana berdiri Bu Suminem tetangga di gang depan rumah yang biasanya dipanggil Budhe Sum,tersungging senyum di bibirnya.
“eee…..Budhe Wa’alaikumsalam”,jawab Fatiya
“Assalamu’alaikumsalam”,ucapnya.Ditangannya membawa besek yang berisi makanan yang umumnya orang desa menyebutnya banca’an atau selamatan.
“Silahkan masuk budhe!”,pinta Fatiya.Bu Suminem duduk dan meletakkan besek di meja.
“Sebentar,saya panggilkan umi “,ujar Fatiya.Tak lama kemudian Bu Khodijah keluar.
“Assalamu’alaikum”,sambil mengulurkan tangan bersalaman dengan Bu Suminem
“Wa’alaikumsalam”,Bu!saya disuruh mbah Atmo Pawiro mengantar banca’an 40 hari meninggalnya mbah Atmo laki”,jelas bu Suminem
“Begini budhe,maaf sebelumnya kami tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa kami sekeluarga tidak makan nasi banca’an,nuwun sewu gimana kalo gak usah saja,maaf sekali lagi.Insyaalloh kalo yang lain kami tidak apa-apa,maaf ya budhe!”,tukas Bu Khodijah
“Ya gak papa Bu,mari Bu,Assalamu’alaikum”,Bu Suminem meninggalkan rumah Bu Khodijah.
Yah……memang hidup di kampung serba repot kesyirikan,bid’ah,tahayyul,khurafat masih kental dalam kehidupan pedesaan seperti ini.Semoga mereka cepat sadar.
AMIIIIIN………..
***
Pagi itu,hari Ahad,hari santai,karena sekolah libur.Sejenak bisa melepaskan penat setelah sepekan belajar.Anisa hendak tidur lagi setelah sholat subuh ,tiba-tiba dia dikagetkandengan suara Fatiya.
”Mbak,yuk sepeda-sepedaan yuk!”,ajak Fatiya
“Aku ngantuk Fat”,jab Anisa
“Ayolah mbak,temani aku!”,Fatiya memaksa dengan rasa enggan Anisa beranjak dan memakai jubah serta kerudungnya,mereka berdua bersepeda keliling dusun.
“Pulang yuk mbak!”,ajak Fatiya,rupanya dia sudah capek
“Yuk…….kamu jalan di depan”,jawab Anisa
Setelah menyandarkan sepeda Anisapun mengambil raket dan bergegas ke tempat Linda tetangga sebelah.Setelah mengetuk pintu dipanggilnya temannya itu.”Asssalamu’alaikum…..Linda…….”,sesaat kemudian pintu terbuka,nampak Linda disana
“Main Bulutangkis yuk Lin!”,ajak Anisa
“OKE…….,tak ambil raketku dulu ya”,jawab Linda.Mereka bermain Bulutangkis di pekarangan kosong depan rumah mereka.Permainan yang tanpa aturan atau set layaknya permainan Bulutangkis.Entah berapa set kalau dihitung,tak terasa sudah capek,sinar sang suryapun mulai menghangatkan,Anisa dan Linda duduk-duduk di batuan tepi pekaranganLinda mengeluarkan ponsel dari saku celana gojah-gajihnya.
“An,yuk SMS ke ramalan bintang!”,ajak Linda
“Untuk apa?”,tanya Anisa
“Ya biar tau ramalan bintang kita minggu depan”,jawab Linda
“Kata ustadzahku itu gak boleh lho Lin…syirik!”,terang Anisa
“Syirik?”,tanya Linda ingin tau apa yang dimaksud temannya itu
“Ya…karena itu artinya kita meyakini ada yang mengetahui hal yang ghaib selain ALLAH SWT,itu berarti kita menyekutukan-NYA”,jawab Anisa denga suara yang lembut
“Tapi di TV sering tuh?,Mama Laurent meramal dan terjadi beneran”,tanya Linda seakan mulai begitu penasaran
“Itu Cuma kebetulan,lagi pula Mama Laurent sendiri juga gak tau kok,bagaimana nasibnya dia besok,coba aja kamu tanya bagaimana keadaannya dia besok lak ntar kamu di jawab gak tau atau kamu di jawab tapi hanya dengan jawaban yang ngawur atau mungkin bohong”,jawab Anisa dengan jelas,tegas,sabar dan lembut
“Iya juga ya?”,jawab Linda mulai memahami apa yang dimaksud Anisa
“Lin…..kata guruku kalau kita berbuat kesyirikan,maka hapuslah amalan-amalan kita.Sholat kita,puasa kita dan….semuanya!rugi kan?”,Anisa menambah
“he…eh…ya.Yaudah ke rumahku yuk An,kita main Monopoli”,ajak Linda
“OKE!”,jawab Anisa dengan penuh semangat
Mereka bergegas,nampak Fatiya berlari keluar dari rumah sambil memegang permen Loly Pop di tangan kanannya.
“Ikut mbak”,kata Fatiya
“Ya,sini”,jawab Anisa
Fatiyapun menambah seru permainan Monopoli mereka.
***
Hiruk-pikuk kota Yogya,lalu lalang kendaraan.Sengatan matahari yang menyala,dari kejauhan tampak Fatamorgana di jembatan layang.Bu Khodijah mengendarai sepeda motornya berpacu dalam polusi asap bis dan truk.Siang itu ibu paruh baya ini baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya,meluncur ke rumah menemui suasana yang sejuk,tenang dan lengang,motorpun sampai di halaman rumah,tersentak Bu Khodijah mendengar ada yang memanggilnya.
Dibalikkan badannya,dilihatnya ibu Yati tetangga sebelah menghampirinya.
“Bu,nanti malam di tempat saya ada Yasinan,dating ya Bu!”,ujar bu Yati
Dengan senyum yang agak dipaksakan karena menanggung rasa penat.Bu Khodijah menyanggupi.
“Insyaallah Bu”
Bu Yatipun berlalu,seakan dia tau bahwa bu Khodijah hendak segera beristirahat dan enggan diganggu.
Selepas sholat jama’ah maghrib dan tadarus bersama,Anisa membantu uminya menyiapkan makan malam sementara Fatiya asyik nonton Spongebob
“Fat…nanti mau ikut umi Yasinan gak?”,tanya bu Khodijah
“Ya,ikut”,sahut Fatiya sambil bangkit dari duduknya
“Yasinan dimana mi?”
Ditempat bu Yati,tetangga sebelah”
Ya,aku ikut”
“Ya sudah sekarang kita makan dulu”
Keluarga inipun bersantap malam bersama.Seusai sholat isya’ Fatiya dan uminya siap-siap ke tempat bu Yati,disana sudah ada beberapa orang ibu.Setelah menyalami semuanya buKhodijah mengambil posisi di pojok diikuti Fatiya.
Tak lama kemudian suasana hening,seorang ibu membagi-bagikan buku yang bertuliskan YASIN DAN TAHLIL kepada yang hadir termasuk bu Khodijah.Ayat demi ayat dibaca bersama secara serempak,sekilas bu Khodijah melihat ada botol Aqua 600 ml yang sudah diisi air penuh sebanyak 3 buah diletakkan di tengah dengan tempat terpisah.Bu Khodijah mengerjitkan kening dalam hatinya bertanya-tanya dan menebak-nebak apa gerangan arti semua ini.Surat Yasin selesai dibaca,sang ketua Yasinan menyampaikan wejangan sedang Fatiya asyik dengan kotak kardus jatahnya yang berisi 3 macam snack dan minuman.
Tidak terasa acara sudah selesai waktu menunjuk pukul 21.20 Fatiya dan bu Khodijah bergegas pulang dan menuju pembaringan.
***

Pagi yang cerah kebetulan bu Khodijah masuk siang.Setelah semua berangkat sekolah dan pak Abdullah berangkat ke kantor tiba-tiba terbersit keinginan di hati bu Khodijah untuk bersilaturrahmi kr tempat bu Yati.BuYati menerimanya dengan ramah,mereka berdua duduk santai ngobrol di depan rumah bu Yati.
“Libur ya bu?”,sapa bu Yati memulai pembicaraan
“Msuk siang bu”
“Anak-anak sudah pada berangkat bu?”
“Alhamdullah sudah,trus dah lama ikut Yasinan bu?”
“Ya lumayan lama”
“Ooo… begitu,tadi malam saya lihat ada botol Aqua berisi air yang ditaruh di tengah,itu untuk apa to bu?”
“Biasanya itu nanti dibawa pulang sama ibu-ibu yang berminat,biasanya yang kekuarganya sakit diminumkan untuk obat”,jelas buYati
“Ibu juga pernah minum air itu?”
“Tidak,belum pernah”
“Kalo menurut ibu itu gimana?”,tanya bu Khodijah
“Saya juga tidak tau bu”
“Sebenarnya dalam Islam itu tidak boleh lo bu,itu bid’ah bahkan bisa syirik”
“Ya pa bu?”
“Ya,itu berarti minta kepada ALLAH SWT dengan melalui benda atau barang mati itu syirik.Sama saja dengan kita minta kepada berhala itu dalam Al-Qur’an surah Al-Zumar ayat 3 dalam hal ini adalah Yasin dan air,ini juga mencampur adukkan antara yang hak dan yang batil,itu dilarang.Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqoroh ayat 42.Orang-orang Arab jahiliyah menyembah berhala.Apabila kepada mereka dikatakan kenapa kamu menyembah berhala?inikan Cuma benda?mereka menjawab aku tidak menyembah ini,aku menyembah ALLAH,ini cuma perantara.Nah,orang jahiliyah dalam Al-Qur’an dinamakan kafir”,jelas bu Khodijah dengan jelas
“Begitu ya bu,terus saya harus gimana?”
“Sampaikan saja kepada yang memandu,kebenaran harus disampaikan,kalau diterima ya Alhamdulillah kalau tidak ya kewajban kita cuma menyampaikan”
“Saya tidak berani bu”
“Insyallah tidak apa-apa,mungkin memang kalian belum tau”
“Kalau tidak mau menerima gimana bu?”
“Kewajiban kita hanya sampai disitu,selanjutnya bukan wewenang kita”
“Baik bu akan saya coba”,kata bu Yati
“Alhamdulillah,semoga ALLAH selalumerahmati Ibu”,jawab bu Khodijah
“Maaf bu,saya pulang dulu mau nyuci baju”,kata bu Khodijah berpamitan kepada bu Yati
“Oh ya bu,monggo”,sahut bu Yati
“Assalamu’alaikum”,ucap bu Khodijah
“Wa’alaikum salam warahmatullah”,jawab bu Yati
***
Ahad sore,seperti biasa keluarga pak Abdullah berjama’ah sholat maghrib,tadarus dan bersantap malam bersama.Pada saat makan inilah sesekali bu Khodijah ataupun suaminya bercengkram dengan anak-anaknya,sambil sesekali disisipi wejangan-wejangan tentang agama dan mereka saling berdiskusi,biasanya Anisa dan Fatiya yang aktif bercakap- cakap,sedang Umar cenderung cuek,hanya sesekali menimpali.Tidak terkecuali makan malam sore itu.
Bu Khodijah menceritakan apa yang didapat dari majelis ta’lim ahad pagi,kajian tentang Ibadah.
“Tadi waktu umi ta’lim ustadznya menerangkan tentang Ibadah.Yang perlu umi sampaikan dari situ,bahwa sujud ada 2 macam,yaitu sujud Ibadah dan sujud Tahiyah/Penghormatan.Sujud ibadah hukumnya syirik apabila diberikan kepada selain ALLAH sedangkan sujud tahiyah hukumnya haram,ini berdasarkan hadits sewaktu Rosulullah mengutus Muadz bin Jabal untuk berdakwah ke negeri kafir,sepulang dari sana Muadz sujud kepada Rosulullah,kemudian sama Rosulullah ditanya.
“Apa-apaan ini Muadz”
“Ya Rosulullah,orang-orang di sana{negeri kafir}pada bersujud kepada para pembesar –pembesar mereka,katanya itu ajaran nabi-nabi mereka”,jawab Muadz
“Mereka bohong Muadz,seandainya ada manusia sujud kepada sesama manusia tentu aku perintahkan istri sujud kepada suaminya”,jawab Rosul

Anak-anakpun terkesima mendengar cerita uminya.
“Sujud tahiyah itu seperti apa to mi?”,tanya Fatiya,setiap kesempatan memang Fatiya lebih kritis.
“Seperti orang ruku’ atau sujud misalnya orang Jepang apabila memberi penghormatan mereka ruku’,ini dalam Islam diharamkan karena tahiyah dalam Islam adalah salam,termasuk disini hormat bendera”,jawab bu Khodijah
“Alhamdulillah di sekolahku gak pakai hormat bendera,kalau upacara benderanya sudah dinaikkan,jadi tidak pakai hormat”,kata Anisa
“Terus kalau aku latihan karate memberi penghormatan sampai ruku’ itu gimana mi?”,tanya Anisa
“Ya haram,kamu gak ysah seperti itu”
“Trus nanti kalau aku ditanya sama pelatihnya gimana?”
“Jelaskan dengan santun,maaf saya tidak bisa.Dalam agama saya tidak diperbolehkan”
“Aku gak berani mi”
“Ayolah…lakukan semampumu”,bu Khodijah mendekati Anisa memeluknya dan berbisik ditelinga Anisa
“Kamu akan menjadi manusia yang masuk dalam golongan Khoiru Ummah!”,Anisa mengangguk mengerti apa maksud uminya
***
Anisa melangkah memasuki halaman sekolah di lihat teman-temannya sibuk dengan urusannya masing-masing ada yang kejar-kejaran,ngobrol di pojok,membaca buku cerita,karena bell masuk belum berbunyi.
“Assalamu’alaikum”,Anisa masuk kelas,Fatimah dan Ainun segera menghampirinya
“An,tugas T.Inya dah kelar belum?”
“Alhamdulillah,tinggal diperbanyak”,sejenak Anisa merenung dan menceritakan apa yang di dengar dari uminya tentang sujud tahiyah.
“Terus kita gimana dong?”,kata Fatimah
“Gimana kalau nanti waktu extrakulikuler Karate kita kompak gak pake hormat-hormatan aliyas osh?”,ajak Anisa
“Ya aku setuju!”,tambah Ainun
Cerita inipun menyebar di kalangan teman Anisa.Macam-macam realisi mereka,ada yang menerima,menolak dan ada juga yang ragu-ragu serta akan menanyakannya ke orang tuanya masing-masing.
Keesokan harinya Anisa menanyakan kepada teman-temannya.
“eh….. gimana eh,kata Abi sama Umimu?”
“Kata abiku gak tau,sekolahan kan lebih tau,wong sekolahnya sekolah Islam kok”,jawab Fatimah menirukan Abinya
“Kata umiku mau ditanyakan dulu kepada ustadz di tempatnya berta’lim”,tambah Fatimah
“oh…..begitu”gumam Anisa,tapi dalam hatinya sudah mantap kala iu tidak diperbolehkan,karena ada dalil Nasnya.Alhamdulillah,ternyata pelatih Karate tidak mempermasalahkan sikap Anisa,beliau mau mengerti dan memahami.
Memang kita harus punya keberanian untuk memperbaiki atau membenarkan yang salah semampu kita.
***
SELESAI




… PROFIL PENULIS …

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kenalin namaku Amiroh Mujahidah, terserah dech temen-temen mau panggil aku apa yang penting dari panggilan itu masih mengandung arti dan makna yang baik OK…!Sekarang aku tinggal di Maesan Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta ya…daerah desa lah…Makanan and minuman favoritku apa aja… yang penting enak dan Halal 100%.Hobiku hmm…apa ya…aku sich suka renang tapi aku gak bisa renang jadi kalo’ aku ke kolam renang hanya sedikit bermain dengan air.Cita-citaku banya…k banget,tapi yang aku harapkan aku bisa jadi dokter do’akan ya…Mau tau siapa idolaku?idolaku itu ALLAH SWT,Rosulullah SAW,Umi and Keluargaku yang selalu baik ma aku.Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara,aku memiliki 2 oarang saudara,yaitu 1 orang kakak yang namanya Azzam Afdlolurrahman dia itu orangnya suka jahilin adik-adiknya tapi terkadang dia juga baik kok sama aku lalu saudaraku yang ke-2 itu adikku namannya Fatiya Istiqomah dia anaknya baik,tapi terkadang juga nyebelin suka cari masalah.
Nah,itulah kurang lebihnya tentang diriku kalo’ kurang menarik atau kurang lengkap maaf ya…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh




Afifah Khoiru Nisa Siswa VIIIB Lolos Olimpiade Sains Nasional

Puji syukur kehadirat Alloh swt. Sungguh hasil yang memuaskan. Pada tanggal 22 April 2009, Salah satu siswa terbaik SMPIT Abu Bakar , Afifah Khoiru Nisa lolos dalam penyisihan Olimpiade Sains Nasional. Dari sekitar 200 peserta se-Yogyakarta, akhirnya Nisa termasuk dalam 15 besar yaitu peringkat ke-12. Subhanallah. Olimpiade ini diadakan di SMPN 15 Yogyakarta. Saat dimintai pendapat dan ceritanya setelah lolos OSN, awalnya sih Nisa memang nervouse sebelum mengikuti lomba, namun dengan kemampuan dan keyakinan yang Nisa punya, Nisa membuktikan slogan nya yaitu “ You Can If You Think You Can”. Waw, tanpa disangka-sangka, Allah memang memberi Nisa kesempatan untuk mengikuti pembinaan selama 8 hari dari tanggal 29 Mei sampai 6 Juni 2009 sebagai bentuk persiapan menuju Olimpiade Nasional. Tetap berjuang ya nisa!! Perjalanan belum selelsai. Keep Spirit!! by: Muthi'ah S

Who I Am I ?

By: Qorry Aini Hani

Pertama-tama, aku ucapkan syukur ALHAMDULILLAH kepada Allah SWT. Dalam kesempatan ini aku berterimakasih pada Ustad Toni Hermanto yang telah member amanah ini dan pengarahannya. Aku juga berterimakasih kepada teman-teman yang terus menyemangati dan member inspirasi bagi saya dalam membuat cerpen ini. Tanpa dukungan dari orang-orang di atas, aku tidak mungkin sanggup menyelesaikan sebuah cerpen yang aku tulis sendiri. Ya meskipun cerpen ini di buat kilat..He..He.. Tapi aku harap bisa menjadi awal sebuah keberhasilan (INSYA ALLAH.. Amin). Semoga di kesempatan yang akan datang aku bisa memperbaiki kekurangan cerpenku. Mungkin cerpen ini rada-rada aneh and gak nyambung tapi aku harap teman-teman mau membacanya. Udah dulu ya.. Tanganku dah pegel and aku dah kehabisan kata-kata nich.. Mending kita langsung baca sama-sama aja nyok . . .


Nama gue Hani,begitulah orang-orang memanggil gue. Gue hidup sebatang kara,entah siapa orang tua gue. Semua orang bilang bahwa gue ditemukan di bawah jembatan, setelah terpisah dengan orang tuanya,gue tak tau siapa sebenarnya gue and orang tua gue. Sekarang dibawah kolong jembatan gue tinggal, bersama orang-orang tak mampu lainnya. Di sini semua serba susah,berbahaya,dan tidak layak untuk hidup. Ya..tapi mau bagaimana lagi, disinilah gue hidup dan dibesarkan. Di sini gue punya seorang sahabat yang juga gelandangan kayak gue. Namanya Nana,dia orangnya baik,lebih bijak..ya karena dia memang lebih tua 1 tahun dari gue. Dia asli anak kolong jembatan alias bukan anak ilang kayak gue. Kerjaan gue adalah ngamen,gue ngamen selalu bareng sama Nana. Gue ngitar dan Nana nyanyi,gini-gini gue udah cukup mahir memainkan gitar. Gitar itu punya kenangan tersendiri bagi gue. Gitar itu gue dapat dari seorang anak orang kaya yang hampir tertabrak mobil,lalu dia menghadiahkan sebuah gitar kesayangannya untuk gue dan sampai sekarang dia masih sering mengunjungi gue.
“Han..Hani..sini!”teriak Cika padaku. “Woi Cika..Sini..gue lagi ngamen nich..”teriak gue. Selang beberapa lama kami sudah terlibat obrolan seru,Nana juga ikut ngobrol bersama gue dan Cika. Cika membagi-bagi makanan yang dia bawa,asyik..bisa makan gratis,enak pula. Ehm..Ehm..Enak banget nich,jarang-jarang bisa makan makanan orang kaya.. Enak ya jadi orang kaya, “andai aja gue orang kaya pasti bisa beli macem-macem.. Ah ngapain sih mikirin hal yang gak mungkin,ada-ada aja sih gue!!”. “Ngapa hank ok bingung gitu sih?”Tanya Cika,dengan terbata-bata gue jawab “E..Eh..Gapapa kok! He..he..”. Entah hari apa,dan waktu tepatnya,yang jelas gue lagi ngamen bareng sama Nana.. Saat itu matahari bersinar terik banget,guepun istirahat sejenak di pinggir jalan bersama Nana tentunya. Tiba-tiba aja,ada yang orang yang menarik dan bawa gue dan Nana pergi.Guepun meronta-ronta tetapi tak kunjung bisa lepas,Nanapun melakukan hal yang sama kayak yang gue lakuin. Gue dan Nana juga sudah mengeluarkan sisa tenaga yang kami punya namun orang itu malah habis-habisan nahan kami,lalu tiba-tiba gelap... Gue ga tau apa yang terjadi selanjutnya dan nasib Nana. Selang beberapa lama gue mulai sadar,mata gue terbuka sedikit demi sedikit dan saat mata gue benar-benar terbuka, gue ngelihat Nana lagi duduk disamping gue. Guepun bertanya-tanya dengan suara lirih pada Nana “Dimana gue,Na??”. Tiba-tiba gue denger suara orang tertawa dan gue merasakan tawa itu mengerikan dan penuh kebencian,kontan bulu kuduk gue berdiri dan gue sama Nana mulai was-was,lalu gue berdoa kepada Allah “Ya Allah,lindungilah gue dari orang-orang yang dzalim dan berilah hidayah untuk mereka, Amin”.Perlahan tapi pasti,langkah berat itu menghampiri gue dan Nana,gue dan Nanapun sepakat pura-pura belum sadar.“Hai pemalas,bangun”.Guepun dengan terpaksa berdiri mengikuti perintah orang aneh itu,Nanapun juga.
Hari demi haripun berganti,gue diculik untuk mengikuti permainan mereka,kalau gue nolak,tak segan-segan mereka menyiksa gue dan juga mengancam gue. “Copet..copet..”teriak seorang ibu-ibu yang sehabis pulang berbelanja,ibu itu neriaki gue. Yah,itulah pekerjaan gue sekarang menjadi pencopet kecil.gue pulang kemarkas GJL,itulah nama geng pencopet ,gue dan Nana ikut geng jalanan itu. “Bagus Han,Na,lu pulang bawa barang copetan.ha..ha..”kata orang yang gue panggil tante Tuti. Lalu bang Ucok menimpali “Eh Tut,ni anak 2 pinter juga ya,baru tengah hari gini dah dapet duit banyak,bisa cepet kaya nih kita”,dan banyak abang-abang lain ikut tertawa.“Jahat banget,gak berprikemanusiaan” umpat gue dalam hati.
Malampun menjelang,anak buah merekapun pulang ke markas,ada yang kena omel,kena pukul,kena tampar dan juga masih banyak hukuman untuk mereka karena setoran mereka cuman dikit.Gue dan Nana hampir kagak pernah kena marah soalnya bawaan gue dan Nana selalu memuaskan. Abang-abang bilang mata gue dan Nana memang mata elang alias cocok jadi pencopet,ukh..kesal gue dibuat mereka.Malampun semakin larut,semua orang sudah tertidur kecuali gue dan Nana.Dan tiba-tiba kami berdua mendengar suara berisik diluar markas,kamipun perlahan mengintip keluar melalui celah dinding yang hanya terbuat dari kardus dan ternyata...ADA KAMTIB,dengan cepat namun dengan suara perlahan,gue dan Nana membangunkan teman-teman yang lain,kontan mereka semua kocar-kacir ingin menyelamatkan diri.
Semua sudah keluar dari markas,ada yang berlari,sembunyi tapi ada juga yang tertangkap.Gue nontonin mereka yang tertangkap,tiba-tiba dari belakang gue muncul kamtib yang mau menangkap gue.”Ni dia,anak berandal satu,AYO IKUT!!”.Guepun digiring menuju mobil,guepun mengikuti dengan lesu.Di mobil itu gue ngelihat kawan-kawan yang tertangkap dan ternyata…disana juga ada Nana!! Gue menatapnya gakpercaya dan Nana juga menatap gue,seakan gak percaya kalau gue juga ketangkap,lalu kami berdua tertawa. Nana berkata padaku “Aneh banget ya,kita yang ngasih tau mereka tapi malah kita ikutan ketangkep”. “Iya aneh banget,baru kali ini gue nolong tapi malah kena sial.Dah takdir kali”jawab gue.Semua anak dimobil menatap kami dengan tatapan aneh,ada di antara mereka yang saling berbisik,mereka itu si Fika sama Wulan. Wulan berkata “Eh Fik,mereka berdua tu aneh ya..ditangkep kok malah ketawa-ketiwi”.Lalu teman bicaranya menjawab “Sapa yang aneh?orang gue masih waras”. “Bukan lu bego,tapi si Hani ma Nana.. Dasar TELMI!!” hardik Wulan. Nanapun tertawa melihat Fika dan Wulan agak salah tingkah dihadapannya.Mereka kompak berkata “JAYUS”.
Selang beberapa lama,kita sampai di kantor polisi.Satu persatu ditanyai macam-macam.Saat ini giliran gue,orang itu menanyai nama gue,mengapa gue tinggal disana,tinggal bersama siapa,apa yang gue lakukan sehari-hari dan masih banyak lagi.Kami mendekam disel tahanan selama beberapa hari dan disana kami diajari berbagai macan kreatifitasi yang bermanfaat. Setelah itu,sebagian anak ada yang dimasukkan panti asuhan,termasuk gue dan hel.Panti asuhah yang gue tempati namanya”PANTI ASUHAN KASIH BUNDA”. Gue berdoa moga gue jadi lebih baik disana.Gue dan Nana jadi sahabat sejati sejak itu,kami selalu mencoba hal-hal baru dipanti asuhan.Kita sekarang bisa sekolah lagi. Gue kelas 1SMP sementara Nana kelas 2SMP,kami bersekolah di sekolah yang sama. Ingatan gue tentang Nana hanya sampai disitu. Karena waktu kenaikan kelas,Nana mau memberi tau gue tentang sesuatu,dan ternyata dia menunjukan suatu tempat yang indah. Kami bermain disungai,gue Cuma main dipinggir sungai tapi Nana berenang disungai padahal sudah gue ingatkan kalau arusnya deras tapi Nana tetap berenang,lalu tiba-tiba… Nana terseret arus dan hamper tenggelam,gue berusaha nolong tapi nyawa Nana sudah tiada. Gue teriak manggil nama Nana,tapi tak ada yang mendengar. Entah mengapa tiba-tiba,gue inget macam-macam tentang Nana,mulai dari impiannya untuk diadopsi orang dan mempunyai orang tua seperti alakadarnya,janji gue kepada Nana yang belum sempat gue wujudkan untuk Nana. Terus,terus dan terus..gue mengingat kembali saat gue masih bersama dengan Nana..ingatan itu terus muncul sampai akhirnya gue PINGSAN.. 2 TAHUN KEMUDIAN . . . .
Saat ini gue kelas 3 SMP dan saat ini pula gue bisa menjalankan amanah yang di berikan Nana. Karena gue pernah berjanji pada Nana bahwa gue akan naik kelas 3 dan bisa membahagiakan bunda. Yup,mala mini adalah malam terakhirku di SMP karena malam ini ‘MALAM KELULUSAN SISWA-SISWI KELAS 3 ANGKATAN 2008/2009’. Senang rasanya bisa lulus dan membahagiakan mama-papa angkat gue. Sejak kelas 2,gue bukan anak panti lagi karena gue udah di adopsi sama P.Malik dan Bu.Wiwit. Mereka punya anak tunggal namun anak mereka hilang diculik orang,kira-kira anak mereka seumuran dengan gue.
Gue lagi maen bareng ma temen-temen,ga Cuma itu kita juga mau cari SMA. Kalau gue dah ngincer SMA yang kualitasnya lumayan bagus dan berdedikasi. Nama SMAnya itu “SMA HARAPAN BANGSA”,Kalau ‘BONYOK’ gue sih dah setuju,jadi asyik-asyik aja!!. Nah hari ini gue mau daftar di SMA itu and gue bareng temen-temen. Selesai daftar,gue and yang lain-lain mau makan bakso di depan calon SMA gue. Pas gue mau nyeberang,tiba-tiba ada mobil ngebut di depan gue.. Dan akhirnya gue ketabrak,gue gak tau kejadian selanjutnya. Setelah bangun gue sudah ada di rumah sakit. Begitu mat ague terbuka,gue ngeliat papa-mama gue nangis. Cos gue langsung nanya ke mama “Ma,mama kenapa nangis??”. Lalu mama memeluk gue sambil berkata “Anakku,jangan tinggalkan mama lagi nak..”. Gue bingung,apa maksud perkataan mama “Ma,ngapa mama ngomong gitu??”. “Hani,ternyata kamu anak kami yang dulu hilang!!” kata mama. “Mama pasti bercanda,iyakan ma??” jawabku. “Enggak,mama enggak bohong,percayalah!!”. Guepun menangis bahagia, “Mama..Aku saying sama mama..”. Akhirnya gue mengetahui,siapa sebenernya orang tua gue. Tiba-tiba papa datang dan langsuk memeluk aku dan mama sambil berkata “Alhamdulillia ma,kita bisa menemukan kembali anak kita yang dulu hilang.”. Mama menjawab “Iya pa,semoga kita bisa membuka lembaran baru bersama Hani,iyakan pa??”. Papapun menjawab dengan anggukan kepala. “TERIMAKASIH YA ALLAH” kataku. TAMAT..
TENTANG PENULIS
WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Nama lengkap ogut QORRY AINI HANI. And biasa dipanggil Qorry, ato apakek yang penting wenak di denger(Makanan kali..) Ogut lahir Di dunia ini Tanggal 15 Maret 96,Alhamdulillah dengan selamat. Ogut lumayan suka menulis tapi belakangan ini jarang coz ogut gi sibuk. Ogut bisa ngembangin ide-ide ogut sejak masuk JURNALISTIK SMPIT. Di sana ogut dituntut professional,Hobi ogut banyak ada maen ma temen-temen,nulis cerpen+puisi,jalan-jalan,baca buku and masih banyak lagi dech pokoknya. Oh ya.. Ogut punya nama Pena lho.. Nama pena ogut i2 SFR, taw ga pa kepanjangnya?? Kalo taw kasih taw ogut ya,coz ogut juga ga taw. Udahan ya.. Ogut dah cape..

Go to New School

By : Afifah Az-Zahra

Pertama-tama saya berterima kasih kepada Ustadz Toni Hermanto yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat Cerpen, sehingga saya dapat membuat cerita ini. Untuk para pembaca semoga kalian dapat terhibur,meskipun cerita ini tidak terlalu bagus. Namun nikmatilah dengan baik. Cerita ini hanya karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, karakter, tokoh mohon dimaafkan.

Pagi ini begitu cerah,burung-burung bernyanyian menyambutku. Namu diriku masih tidur dengan pulas di kasur yang empuk, dan kemudian umiku datang untuk membangunkanku.” Fah, ayo bangun. Nanti terlambat,lho” katanya dengan lembut membangunkanku.” iya,iya. Sebentar lagi.” jawabku dengan setengah sadar. ” kok nanti,sekarang dong. Apa perlu umi bawain air kesini?”. mendengar perkataan umi akupun langsung beranjak dari kasur lalu pergi mengambil air wudlu dan sholat. Hari ini adalah hari yang menyenangkan dan menyedihkan. Mengapa? Karena hari ini aku akan mendapatkan sekolah baru. Dan yang menyedihkan adalah aku harus berpisah dengan keluargaku untuk beberapa saat karena nanti aku akan tinggal di asrama bukan dirumah.
” Mbak, sekarang jam berapa?” tanyaku dengan teriak.”jam berapa ya....... jam tujuh lebih lima menit” jawab kakaku dengan santai. Karena kaget akupun makan dengan tergesa-gesa.” kalau makan ngak boleh tergesa-gesa, nanti keselek lho” nasihat kakaku yang satunya. Aku hanya diam saja karena muluku penuh dengan makanan.
Slesai makan aku memakai kerudung, mengambil barang-barangku dan membawanya keluar rumah.sepertinya sekarang aku siap ke sekolah.

***
Di sekolah sudah banyak siswa yang datang ditemani orangtua mereka masing-masing. Dengan rasa nerves aku turun dari motor dan berjalan menuju tempat kedatangan siswa baru. Disini aku disuruh tanda tangan lalu aku mendapatkan satu kotak yang berisi makanan ringan dan air minum. Setelah itu aku disuruh masuk ke dalam masjid dan para wali menuju ke ruang perpustakaan. Sebelum mesuk kedalam masjid aku menaruh tasku di serambi masjid.

Didalam masjid aku melihat banyak siswa baru yang saling berkenalan dan bercerita tentang sekolahnya yang dulu. Di depan (tempat imam)ada dua orang laki-laki yang menjadi pembawa sekaligus penenggung jawab acara ini. Mereka adalah ketua OSIS dan sekertaris satu. ”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”kata seorang kakak yang berada di depan sana.”waalaikumsalam warahmatullahi- wabarakatuh”jawab kami serentak. Setelah itu kakak-kakak yang ada didepan memperkenalkan diri. Dimasjid para siswa dan siswi baru diberi buku panduan tentaang sekolah beserta al ma’tsurat. Setelah acara pembukaan selesai, siswa boarding menuju ke asrama yang telah ditentukan dan yang fullday pulang kembali ke rumah masing-masing.

Saat aku melihat papan pengumuman, aku melihat namaku berada dibarisan pertama di asramaku dan aku mendapatkan asrama putri yang pertama, yaitu asrama 5. Setelah itu aku mencari teman untukku ajak ke asrama, dan akhirnya aku mendapatkan dua teman baru yang bisaku ajak. Kami ke asram jalan karena jaraknya tidak terlalu jauh.
Aku berangkat keasrama dengan Ana dan zira. Sesampainya diasrama aku mendengar suara anak kamar lain yang baru saja berkenalan mereka sudah bisa tertawa bersama. Bagus,ya!. Selang beberapa menit umiku mendatangi asramaku untuk mengantarkan barang-barangku, dan inilah ddetik-detik umi akan jauh denganku. Siang hari, saat kami tiduraku menangis karena harus jauh dari keluargaku, tetapi dtelah beberapa minggu akhirnya aku mulai terbiasa tinggal di asrama.☺

ASRAMA???GIMANA YAA...


Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan kulewati dengan baik. Tidak ada masalah diantara aku dan teman-teman.Tidak terasa aku sudah berada di asrama berbulan-bulan, dan ternyata diasrama itu menyenangkan, kita bisa bermain, belajar, dan bercanda bersama-sama. Akupun sudah mengenal teman-temanku lebih detail. Di asrama teman-temanku memiliki watak atau sifat yang berbeda-beda, ada yang pemarah, pintar, baik, banyak omong dan lain-lain.
***
Aku terbangun dari tidurku. Kupegang jamku dan ku lihat, akupun segera beranjak dari kasurku, kulangkahkan kaki-kakiku dengan perlahan-lahan, kubuka pintu kamarku dan aku masih melangkah dengan perlahan menuju pintu kaleuar. Sesampainya di depan pintu aku memegang kunci yang menempel dan memutarnya hingga berbunyi”Klik”. ”Kkreekkk”Suara pintu saat aku buka, kupakai sandalku dan berjalan kekamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi kulihat ada orang yang menjemur, setelah kudekati ternyata itu Ustadzah.Yayuk. Ia hanya terdiam dengan mengambil baju dan menjemurnya,begitupula berikutnya.Akupun meninggalkan beliau dan kembali ke kamarku, belum lama aki tidur, tiba-tiba suara azan berkumandang dan mampir ke telingaku. Aku bangun dan langsung membangunkan teman-temanku.
Di sekolah.Hari ini adalah hari Senin jadi seperti biasa akan ada upacara sebelum pelajaran dimulai. Sesampai di kelas aku langsung menaruh tas dan...”Perhatian untuk seluru siswa siswi agar segera ke lapangan sekarang juga karena apel pagi akan segera dimulai”. Aku dan teman-teman bersegera menuju ke lapangan.
***
KRIIIIIING!!!KRIIIIIING!!!.Belpun berbunyi. Ustadzah membereskan buku-bukunya yang ada di meja dan bersegera untuk keluar kelas kami. Sebenarnya hari ini aku ingin turun tangga dan jajan, tapi karena aku malas turun kebawah jadi aku menitip ke Ria, ia adalahTeman sekelasku dan juga teman seasarama. Setelah istirahat, pelajaran selanjutnya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ustadzah masuk kedalam kelas.”Assalamu’alaikum,semua...”katanya dengan lantang.”wa’alaikummussalam wr.wb.”jawab kami sekelas dengan serentak.
”baik,sekarang kita akan mengadakan prites, Ustadzah kasih waktu lima menit untuk belajar. Gunakan waktu sebaik-baiknya”. Kamipun sekelaspun kaget. ”Padahalkan kemarin udah ulangan, kenapa harus ada prites, sih?” tanyaku dalam hati. Dan aku segera membuka buku dan membukanya.
***
Seusainya pelajaran, semua anak langsung mengeluarkan keluhan mereka (tapi setelah tak ada gurunya).
”Menyebalkan, kenapa sih harus ada prites segala?” cetus mila.
”iya ,ya. Aku juga Cuma dapat 5” sahut lana
”Masih mending kamu,lan. Kalo aku dapat 4” kala Rina
”Sebel,sebel......aku sebel banget ma hari ini” kata Lana dengan nada marah sambil memukul mukul mejanya.
Dan dipelajaran berikutnya......., Ustadz menyuruh kita untuk mengerjakan latihan soal yang ada dibuku paket,lumayan sih. kita boleh buka buku.
”unntunggg aja boleh buka buku,ya. Coba aja ga’ boleh...,” ucap Dina. Dina adalah teman sebangkuku hari ini, ia juga teman seasrama sekaligus teman sekamarku.”iya, kalo nga’ buka buku ni,ya. Aku ga’mau ngejain ni soal”jawabku yang duduk disebelah Dina. Setelah selesai pelajaran, kami sekelas protes sendirir-sendiri tanpa ada yang mendengarkan selain yang ada didalam kelas.☺

2 TAHUN KEMUDIAN

UJIAN...

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Malam ini aku dan teman-teman belajar bersama di Aula, karena besok kami akan menghadapi Ujian Nasional. Besok jadwalnya adalah ujian Bahasa Indonesia.
”Fah, aku belum paham nih sama soal ini.”ucap Dita dengan bingung.
”Bukannya kemarin Ustadzah udah menjelaskanya panjang lebar?, kok kamu belum paham juga sih.”akupun langsung mendekati soal yang dia tujuk dan langsung menjelaskan maksudnya.
Malam ini semua anak diasrama tidak ada yang melakukan kegiatan sampai jam setengah sembilan, setelah itu berulah mereka boleh melakukan aktivitas yang lainnya. Seperti mencuci, menyeterika, beres-beres kamar dan lain-lain.

***
pagi ini, disekolah sangat sepi, adik-adik kelas semuanya libur karena kami (anak-anak kelas 9) akan melaksanakan Ujian akhir nasional. Aku berengkat sekolah dengan berjuta rasa. Aku membawangkan bagaimana jika aku lulus, dan memikirkan akan kemana aku bersekolah setelah lulus dari sekolah ini.
Seusai ujian semua diperbolehkan untuk pulang. Tapi untuk anak-anak tertenrtu harus mengikuti pelajaran tambahan, yang akan mereka pelajari adalah mata pelajaran untuk esok hari. Untungnya aku tidak mengikuti pelajaran tambahan itu, jadi aku bisa langsung melakukan aktifitas yang lain diasrama supaya nanti malam aku tinggal belajar.
Setelah seminggu berlalu, sekarang kami akan ada USEK yaitu ujian yang soalnya berasal dari sekolah.Tapi setelah USEK aku ga’ boleh senang dulu, karena setelah itu akan ada ujian praktik. Yang diujikan adalah Bebicara empat bahasa (inggris,indonesia,arab,dan jawa), memasak, Hafalan, dan lain-lain.

PERSIAPAN.....


Setelah melewati masa-masa ujian itu, kami satu angkatan pada sibuk-sibuknya mau bikin buku kenangan. Supaya kita tidak lupa kelak jika kita bertemu lagi. Di dalam kelas anak-anak pengurus pembuatan buku kenangan sedang rapat.
”Aku sudah selesai mengumpulkan data anak-anak akhwat. Tinggal anak putra”kata Mita.
”Kalau yang ikhwan semua sudah beres sejak lusa. Jadi kita tinggal membuat buku kenangannya” Ucap Adi
”Masalah desainnya udah aku urus dan sudah aku desain sebagus mungkin, ini!coba kalian lihat”Kata Rio sambil memperlihatkan desainnya yang memang harus diakui itu sangatlah bagus.
”Kalau begitu, karena semua sudah beres. Kita tinggal tentukan dimana kita akan buat buku kenangan ini. Kalau kalian mau saya punya usul, gimana kalau kita buat ditempat biasanya?”Kata Doni si ketua yang telah dipercaya anak-anak untuk membuat buku kenangan itu. Selang beberapa detik ia berbicara lagi.”Oh...iya,ada yang kelupaaan. Terus dananya udah cukup belum,din”.
”Beres ketua, semua anak sudah pada ngasih uang mereka keaku. Jadi ketua ga’ usah khawatir”jawab Udin dengan PeDe dan sesantai mungkin. ”Baik, klau begitu rapat untuk hari ini kita cukupkan. Assalamu’alaikum Wr.Wb”Ujarnya dengan tegas.
Seusainya rapat, Mita memintaku untuk menemaninya memesan pembuatan buku kenangan, tanpa ada jawaban yang pasti dariku, Mita langsung menarik tanganku dan membawaku ketempat Ustadzah, rencananya ia akan meminjam motor salah satu Ustadzah yang ada didalam kantor guru.
***
Ternyata kami tidak hanya sibuk membuat buku kenangan tapi juga sibuk memikirkan apa yang akan kami tampilkan saat acara perpisahan nanti. Seisi kelas sangat sepi, semua pasti memikirkan sebuah rencana yang brilian,begitu pula dengan diriku. ”Acara perpisahan tinggal limabelas hari lagi, kalau kita tidak segera merencanakanya, maka hanya anak ikhwanlah yang akan tampil. Kalaupun diantara kita ada yang tampil itupun tidak cukup jadi sebuah kenangan yang indah,itu namanya kenangan menyedihkan.”Ucap Dina.
”Aha...aku punya ide,gimana kalau kita bikin drama. Ya, seperti drama musical gitulah...sebagian dari kita ada yang drama dan sisanya nyanyi. Gimana???”Usul Dita. Semua anak yang ada dikelas menoleh kepojok depan tempat duduk guru.
”Apa yang kalian lihat?mengapa harus memandangku?”Tanya Ria.”Biasanya kau selalu memiliki ide cemerlang, jadi kami menunjukkau menjadi ketua dibidang ini,bagaimana pendapatmu??”Jelas Dina.
”Kalau menurut kalian ini yang terbaik untuk menjadi ketua aku setuju”selang beberapa detikkkk, ”Mmm...aku nurut aja dengan kalian, kalau kalian setuju nanti aku akan atur semuanya”katanya dengan agak gugup. Di bangku depan pojok kiri, Dita menghitung jarinya hingga,dandengsn serentak anak sekelas berterik”KITA SETUJUUUU” Suaranya terdengar sampai masjid,tempat anak ikhwan rapat.
”Ok. Kalian akanku bagi sama rata menurut kemampuan kalian masing-masing”ia memang cocok menjadi seorang pemimpin yang adil. Ia benar-benar membagi kami seperti yang kami mampu. Dan ”Afifah, kau bantu aku mempersiapkan semuanya. Jadi kau,aku dan yang belum dapat peranlah yang akan mempersiapkan sebaik mungkin jalannya drama nanti” Penjelasanya memang tidak boleh dilewatkan, karena jika diulangi hingga berkali-kali namanya bukan berita hangat lagi.
***

Hari ini aku datang dengan membawa banyak barang. Semenjak aku masuk kekelas, kelas menjadi rame. Anak-anak meminta teks dialog dan lagu yang akan dinyanyikan. Tapi sebelum aku berikan, aku akan melaporkan hasilnya pada Ria terlebih dahulu.
”Ri, ini hasil dari karangan kita kemarin,gimana?”tanyaku dengan serius.
”Mmmm...Bagus,kok. Yaudah sekarang kamu bagiin aja, terus suruh mereka kumpul diperpustakaan jam satu untuk latihan sekaligus membahas tentang teksnya. And jangan lupa, suruh mereka datang tepat waktu,ga’ boleh telat. OK!!!” Ucapnya. Dan aku segera kembali kekelas untuk membagikan teks dialog dan daftar lagu yang akan dinyanyikan.
***
Hari semakin dekat dengan hari acara perpisahan, tinggal satu minggu lagi. Dan kamipun harus meninggalkan pekerjaan latihan drama ini sementara, karena kami harus fokus sebentar kehasil ujian kami.Hari ini adalah hari dimana semua nilai kami akan keluar dan dibagikan. Semua anak yang ada dikelas gugup. Mereka bertanya tanya dalam hati apakah mereka akan lulus atau tidak.
Tidak lama kemudian megavon berbunyi dan menyuruh supaya siswa dan siswi kelas sembilan untuk segera menuju kemasjid karena hasil ujian akan dibagikan. Aku pergi kemasjid dengan bercampur rasa (buan es campur lho!!). ”Baik semuanya mohon minta perhatiannya sebentar, saya akan memberitahukan semua hasil. Semua jerih payah kalian selama tiga tahun bersekolah di SMP IT ABU BAKAR ini”. Lalu Ustadz memberikan Mic-nya kekepala sekolah dan yang akan mengumumkannya adalah kepala sekolah
”Hari ini saya akan mengumumkan hasil ujian kalian selama kurang lebih dua minggu. Dan dengan ini saya menyatakan...”, masjid menjadi sunyi. Hanya terengar suara para guru yang berbisik-bisik di belakang. ”Kalian semua lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Dan dari rata-rata kalian kita mendapatkan rangking 2 se-DIY” semua anak langsung bersorak-sorai. Ada yang mengucapkan asma Allah. Tapi masih ada yang tegang, karena hasilnya belum dibagikan. Selesainya kepala sekolah berbicara, tanpa basa basi para Ustadz dan Ustadzah langsung membagikan Amplop berisikan nilai. Setelah semua membuka isi amplop itu ,masjid menjadi sangat ramai. Ada yang menangis karena senang,ada yang sujud, ada yang menyebut asma Allah SWT, dan lain lain, pokoknya semua pada senang deh. Tak bisa kugambarkan bagaiman rasa senang yang sedang kualami dan teman teman.☺

Perpisahan.....

Tidak terasa, ternyata aku dan teman-temanku sebentar lagi akan berpisah. Hari ini adalah latihan terakhir kami. Besok malam kami akan menampilkan persembahan kami yang terakhir, maka dari itu hari ini kami berusaha keras supaya besok tidak ada yang panggung demam dan supaya drama ini berjalan dengan lancar, tanpa gangguan. Begitu pula denganku, aku harus membantu Ria mengetes apakah drama ini sudah baik seperti yang diinginkan atau belum.
”Ri, semua sudah aku cek, dan mereka sudah menguasai peran mereka sepenuhnya dan tadi saat latihan mereka juga tidak ada yang salah sama sekali”ucapku.
”Bagus dong kalau begitu. Makasih ya kamu sudah mau membantuku.”Katanya sambil memegang pundakku.
”Sama-sama. Oh,iya. Tadi kamu juga dicari sama Doni, katanya mau dilihatin buku kenangannya,soalnya kemarin dia waktu nyari kamu,eeeeh ternyata kamu udah pulang”.
”ya udah, kamu temenin aku yuk ketempatnya Doni”.Kebetulan Doni barusan keluar dari kantor guru untuk menunjukkan buku kenangan yang baru jadi kemarin siang.
”Don, katanya bukunya udah jadi,ya. Boleh lihat?”ucap Ria sambil memalingkan pandangan dari Doni.
”Oh,iya. Udah jadi kok,ini”Doni memberikan buku itu dengan memalingkan pandangannya juga dan Ria menerimanya seperti jiji’ mau pegang kotoran sapi. Saat melihat-lihat isi bukunya, akupun juga ikut melihatnya. Sungguh bagus buku kenangan itu dengan warnanya yang indah dan desainyapun juga bagus.
***
Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah bagiku, dan teman-temanku. Aku sudah membereskan semua barang yang akan kubawa pulang kerumah. Aku dan teman-teman seasrama berangkat bareng tanpa terkecuali.
Saat sampai ditempat, suasana sudah ramai. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua menggunakan pakaian resmi dan mereka juga senang karena anak-anak mereka akan tampil. Akupun senang karena ternyata kedua orangtuaku sudah datang dan telah memilih tempat duduk dibarisan kedua dari depan. Aku melambaikan tangan kepada mereka dan menghampirinya.
Dibelakang panggung semua sudah berdandan dengan cantik dan cakep. Acara akan segera dimulai, pembawa acara kalio ini adalah Ustadz.Ali dan Ustadzah Reni. Pembawa acarapun segera naik kepanggung karena jam sudah menunjukkan pukul 19.05 WIB,dan telah terlambat lima menit.
”Para hadirin, Bapak dan Ibu yang kami hormati. Saya sebagai pembawa acara akan membacakan susunan acaranya”.
1. Pembukaan
2. Do’a Tilawah
3. Hafalan Do’a Juz 30
4. Sambutan kepala sekolah
5. Hiburan anak kelas VII
6. Hiburan dari siswa dan siswi kelas VIII
7. Nasyid Siswa kelas IX
8. Dll

Setelah adik kelas semua sudah selesai tampil, dan sekarang giliran angkatanku yang akan tampil. Anak ikhwan bernasyid dengan sangat bagus. Sekarang giliran anak akhwat yang akan tampil. Sebelum maju para pemain menarik nafas panjang-panjang lalu mengeluarkannya lagi, dan berulang sampai tiga kali. Setelah itu barulah mereka maju menuju panggung.
***
Setelah selasai acara, sebelum pulang para siswa-siswi kelas IX dikumpulkan terlebih dahulu. Kami disuruh mengambil ijazah kami sekaligus cap 3 jari. Setelah itu kami salam-salaman dengan sesama teman dan para Ustadzah. Saat salaman dengan sahabatku mataku berkaca-kaca hampir mengeluarkan air mata, namun aku menahanya.
Saat mau pulang aku dan sobat-sobatku berpelukan kami, akan berpisah. Rencananya setelah keluar ini aku akan bersekolah ke SMA terfavorite di Jogja yaitu SMA N 1 Yogyakarta. Katanya salah satu dari sahabatku akan masuk kesana tapi aku tidak tahu, lagian katanya nilai ujiannyapun belum tentu bisa memenuhi syarat masuk ke SMA itu. Jadi perasaanku senang dan sedih. Senang karena aku keluar dari SMP dengan nilai yang sangat memuaskan. Dan yang menyedihkan aku harus kahilangan sahabat-sahabatku itu.
Sesampai dirumah aku langsung menaruh barangku dikursi. Aku senang karena aku akan klembali kerumahku.Aku akan mendapat teman baru,sekolah baru. Tapi aku akan jauh dengan sahabatku,sungguh menyedihkan.

Boarding or Family

By: Arianda Poetri Shofia Rochman

AssalamualaikumI…… Syukur Alhamdulillah turut saya haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya waktu dan kesehatan sehingga cerpen ini selesai ditulis.Terima kasih juga saya ucapkan kepada orang yang telah membuat cerpen saya berakhir sempurna. Terima kasih kepada pengalaman - pengalaman saya sebagi tema dari cerpen ini. Maaf juga saya ucapkan apabila ada kesamaan tema, nama tokoh, karakter, tempat dan sebagainya. Cerpen ini hanyalah sedikit fiksi, karena sebagian dari pengalaman saya dan karangan saya.Maaf juga jika cerpen saya kurang memuaskan di mata pembaca dan Ust. Toni Hermanto yang telah memberi tugas ini. Selamat Membaca…Wassalamualaikum……

Pikir - pikir dulu ya…!
Setelah UASBN dan Tes Penjajakan di SMPIT ABU BAKAR YOGYAKARTA. Hatiku masih ragu. Namun do’a tetap aku ucapkan kepada Allah SWT. semoga lulus SD dan diterima di SMP. SMPIT ABU BAKAR YOGYAKARTA, apakah sekolah itu yang aku idam - idamkan. Pernah terbesit rasa penyesalan di diriku, kenapa kau memilih di SMPIT bukan yang lain yang pernah ditawarkan oleh orang tuaku, tapi semua pikiran itu cepat - cepat aku hapus. Itu pilihan yang terbaik SMPIT yang terbaik. Berkali - kali bapakku bertanya kepadaku, apakah aku yakin akan keputusanku untuk melanjutkan sekolah di SMPIT. Kata beliau aku tidak boleh minta pindah setelah bapakku melakukan pembayaran agar tidak dirugikan. Namun pertanyaan bapakku dapat aku jawab dengan suara lantang. “Aku tetap akan sekolah di SMPIT.” Sebenarnya orang tuaku sudah memberiku banyak pilihan, mulai dari yang ada di Jawa Timur sampai ke Jawa Barat. Namun SMPIT tetap menjadi plihan utamaku.

-000-

Horeee…!
Tanggal kebahagiaanku adalah ketika ibu dan bapakku memberikan kejutan yang akan selalu aku kenang selamanya. Kalau tidak salah tanggal 25 Mei tepatnya setelah pemberitahuan kelulusan UASBN orang tuaku tiba-tiba mengajakku ke tempat paling indah di kotaku. Mereka memberiku hadiah sepeda yang keren banget. Tak terasa… bulir - bulir itu menetes dari mataku. Mereka melakukan hal yang sama. Hatiku selalu mengucapkan kata “Hore…!”.
Aku pun bertanya pada mereka, untuk apa mereka membawaku kesini..” Ibu dan bapak bangga denganmu, ibu dan bapak ingin kamu menjadi contoh yang baik untuk adik-adikmu” kata ibu terisak.
“Shofi..kamu diterima di SMPIT ABU BAKAR” Ucap Bapak tersenyum indah.
“Hatiku tak henti - hentinya bersyukur pada Allah SWT. “You are my best god forever. I love you so much.”
Tiba-tiba tubuhku tergoncang hebat. Gubrak. “Aduh…dasar ganggu aja, nyebelin banget” gerutuku dalam hati. Ternyata itu hanya mimpi.

-000-

Dag-dig-dug…!
Detik-detik pengumuman kelulusan UASBN seluruh anak murid di sekolahku diharapkan berkumpul di aula sekolah. Ustadz-ustadzah selalu mengatakan bahwasannya bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati. Mereka terus membayangiku “Ya Allah selamatkan aku, Luluskanlah diriku, buatlah aku menjadi kebanggaan orang tuaku dan dapat menjadi uswatun hasanah untuk adik-adikku” Bayangan mimpiku tadi malam itu muncul lagi. Walaupun itu hanya mimpi, namun itu cukup memotivasiku untuk menjadi yang terbaik.
Tak lama kemudian, terdengar suara yang menggema di seluruh ruangan. “Anak-anakku sekalian. Inilah saat yang kalian nanti - nanti. Inilah saat yang menjadi puncak bagi belajar kalian di sekolah ini. Hasil yang kalian tunggu-tunggu telah ada di tangan ustadzah. Berdoalah selalu dalam hati kalian agar kalian lulus 100%. Ustadz-ustadzah selalu berdo’a demi kelulusan kalian.” Kata suara seseorang yang keluar dari speaker. Itu suara ustadzah Enny beliau merupakan guru favoritku waktu itu.
Nama satu persatu anak disebutkan. Sampai saat itu tak terlihat ada anak yang menangis karena tidak lulus. Tak terasa namaku akhirnya dipanggil. Aku langsung maju dan mengambil amplop yang bertuliskan namaku.
Kubuka perlahan dengan jantung yang berdegup kencang. Memporak - porandakan suasana hatiku saat ini. Kulihat di secarik kertas putih ada tulisan tebal berwarna biru.
“Lulus”

-000-

Kenyataan
Aku ngga’ boleh mimpi….! Ini benar-benar kenyataan, this is real..! Shofi sudah lulus SD aku harus segera pulang dan berteriak gembira dan juga menjadi orang “gila” selama sehari saja.
“ Tin…tinn…tinnn…!” suara klakson Honda Jazz matic yang selalu menemani ibu bekerja meminta untuk segera dibuka pagarnya . Tak seperti biasanya, aku berlari membuka pagar, aku tahu di dalam ibu kebingungan melihat tingkah lakuku yang tidak biasa.
“Shof, ada apa..? kok tumben buka pintu pagar.. biasanya ‘kan bibi yang buka..?” Tanya ibu bingung.
“Shofi lulus bu..! Shofi lulus SD…!” sahutku gembira. Ibu langsung memeluk. Itulah yang kurasakan pertama kali kehangatan dipeluk ibu. Itulah kenangan yang tak pernah aku lupakan seumur hidupku. Hal yang sangat jarang ibu lakukan untukku. Bulir-bulir hangat tak dapat kutahan…Aku menangis.
Pukul 6 malam bapakku datang dan ibu telah memasak makanan kesukaan bapak Apalagi kalau bukan nasi goreng seafood spesial ibu.
“Hmm..dari luar kayaknya bau nasi goreng favoritku. Ibu masak ya..?” Tanya bapak penasaran.
“Iya pak..Kak Shofi lulus SD jadinya ibu akan merayakannya dengan bikin nasi goreng ..” ujar nia
“Alhamdulillah..selamat ya Shof..!” kata bapak.
Malam itu kita sekeluarga tak lupa juga bibi yang selalu menemani kita, makan siang bersama di meja makan, diiringi canda tawa namun tak lupa diawali dengan do’a syukur atas kelulusanku.

-000-

Dua Bulan Berlalu
Tak sabar aku akan pergi ke Jogja. Aku harus berpikir kembali banyak yang harus aku bawa. Apakah itu semua sudah lengkap, tak ada yang ketinggalan. Hari demi hari pun kulalui dengan gugup 1 bulan, 2 minggu, 1 minggu, 6 hari, 3 hari, 1 hari, Ahh.. tak terasa besok aku akan pergi ke Jogja.
Tanggal 18 Juli, walaupun Tahun ajaran baru masih 2 hari lagi, rencananya keluargaku akan menginap di cottage di Kaliurang. Menyenangkan tapi menyedihkan.
Hari yang kunanti namun kubenci..
Hari-hari yang indah akan hilang,..
Bagaimanakah kehidupanku di Asrama..
Aku pikir Asrama itu MEMBOSANKAN..
Apakah benar..?
Baca terus ya..! ^^

-000-

Keberangkatan
“Shofi..cepetan bapakmu sudah menunggu di mobil..!” pinta ibuku tergesa-gesa.
“Ya bu..Shofi datang….!” Ujarku segera keluar rumah dan mengunci pintu.
Perjalanan jauh akan kutempuh. Tak lupa aku berdo’a pada Allah SWT agar selamat sampai tujuan.
Selama perjalanan ibu tak henti-hentinya menasehatiku untuk berhati-hati. Sepertinya beliau tak rela melepaskan anak tertuanya itu.
8 jam berlalu, tepat pukul 24.00 aku telah sampai di Kaliurang. Cottage yang telah dipesan sudah siap. Aku langsung masuk kamar menuju ke pulau kapuk.
Hwaahhh…aku menguap selebar-lebarnya. Aku sholat Subuh kemudian menghirup udara segar di luar.
Ibuku memasak mie goreng dengan hitter yang selalu beliau bawa kemana-mana.
Pukul 8 pagi kami akan pergi ke Malioboro, belanja sekaligus rekreasi. Pertama, bapakku mengajak untuk menaiki delman mengelilingi Jogja. Seru..sekali
Siangnya, kami makan di warung makan dekat Malioboro, kemudian belanja pakaian. Aku mendapat satu potong rok hitam yang aku suka. Kami pun pulang ke Cottage tertawa dengan ceria di dalamnya.
Keesokannya, aku akan mampir ke sekolah baruku. Walaupun itu belum permulaan belajar mengajar namun, kulihat kesibukan siswa-siswi. Mereka saling bergotong - royong membersihkan sekolah. Indah sekali pemandangannya.
Jadwal pertama hari ini telah usai. Kini kami keliling Jogja, entah keliling UGM atau keliling Keraton yang penting keliling Jogja. ^^
Malamnya, aku menangis sendiri.
“ Esok aku tak bisa seperti ini, tak bisa bersama keluargaku, tak mendengar canda tawa mereka, tak bisa shalat berjama’ah dengan mereka. Tapi, bagaimanapun juga mau tidak mau aku harus pergi sekolah di Jogja. Lagian kalau liburan aku ‘kan bisa pulang ke Surabaya.” Ujarku dalam hati.
Aku tak mengerti mengapa aku harus begini
Tak biasanya Shofi cengeng.
Kenapa air mata itu selalu meminta turun?
Aku tak mengerti
Bingung atas diriku
Bingung atas keadaanku
-000-
Hari itu pun tiba..!
Pukul 07.00 keluargaku akan mengantarku ke sekolah baruku. Acaranya dimulai pukul 08.00. waktuku tinggal satu jam lagi sebelum aku tiba di sekolahku.
“ Kak Shofi hati-hati ya…! Kalau tidur jangan malam-malam” Kata Rima.
“ Kalau minum jangan keseringan es !” Tambah Nia.
“Ya dik…Kakak akan berusaha..!” Sahutku.
Pukul 08.05 kami tiba di SMPIT ABU BAKAR Yogyakarta.
“Untung belum terlambat..!” ujar ibuku. Beliaulah yang sedari tadi khawatir jika aku terlambat. Segala yang membuat mobilku lambat selalu diejeknya.
“Sudah sana kumpul di masjid, Ibu dan Bapak mau ke asramamu, nurunin barang-barangmu” Ujar Ibuku.
“Ya bu…” aku segera pergi ke masjid.
Ternyata, di serambi masjid aku bertemu dengan teman yang kukenal saat tes penjajakan. Namanya Fanya, Fanya Thalita Putri. Dia anaknya imut, lucu, berkacamata, pintar pula. Itu yang kutahu saat tes penjajakan. Dulu, dia sekamar denganku, dan sekarang dia diterima.
“Hai, Shofi. Assalamu’alaikum, Kamu Nem-nya berapa?” Tanya Fanya.
“Hmm…28,25. Tidak ada bagusnya. Mungkin kamu lebih bagus” Ujarku sambil merubah raut wajah agar tak terlihat sedih.
“Idih…bagus banget, lebih bagus kamu kali…aku tuh cuma 28,20!” Ujarnya.
“Ih…siapa sih yang nanya?” Ujarku pura-pura sinis.
“Ah…kamu tuh…” Kata Fanya.
Kami pun tak bisa menahan tawa.
“Bagi siswa dan siswi SMPIT Abu Bakar yang baru diterima, diharapkan menuju kedalam masjid sekarang juga”
Suara itu terdengar menggema dari dalam masjid. Aku tak tahu siapa yang bicara namun aku dan Fanya segera masuk ke dalam masjid sambil berlari-lari kecil.
Di dalam masjid kami diberi pengarahan tentang visi dan misi SMPIT ABU BAKAR. Seorang anak remaja laki-laki dengan perawakan bijaksana namun lucu. Kalau tidak salah namanya Fari’ Rizal Nibras, dia adalah ketua OSIS periode 2007-2008.
Tak berapa lama kami diperbolehkan keluar masjid. Aku pun langsung menuju ke Asrama. Setibanya di Asrama kulihat barang-barangku yang dibungkus kardus-kardus bekas – agar lebih efisien - . Ibu dan adik-adikku sedang berbicara dengan Pembina Asrama. Kulihat Pembina Asramaku sudah setengah baya, namun raut wajahnya ramah namun tegas. Namanya Rahayu Puji Lestari. Aku pun dibantu adik-adik membereskan barang-barang, ku letakkan ke dalam lemari dan kami shalat dzuhur di aula asrama.
Lalu ibu berpamitan . Aku ingin sekali menangis namun aku tak ingin menangis. Diriku tak membiarkan air mata itu jatuh. Aku telah memilih untuk sekolah di Jogja bukan untuk menangis. Aku pun mencium pipi dan kening adik-adikku, ciuman penuh kasih saying yang jarang sekali ku berikan pada mereka.
Di depan pagar tangan ibu menyentuh kepalaku, beliau mencium keningku. Kali ini aku tak bisa membiarkan diriku memaksaku untuk tidak menangis. Tak dapat kulukiskan betapa bahagianya diriku saat itu. Ciuman yang aku inginkan sejak dahulu. Ciuman kasih sayang dari ibuku.

-000-

Asrama Baruku…
Asrama yang indah dengan halaman yang luas dipenuhi oleh pohon mangga. Asrama yang memiliki 3 kamar dan dihuni oleh 11 anak dan 1 pembina asrama beserta 4 anak-anaknya dan seorang suami yang merupakan kepala sekolahku saat itu.
Kamarmu merupakan kamar bernomor urut 3 memiliki sebuah lemari dan 2 buah ranjang susun. Penghuninya ada 4 orang, aku berkenalan dengan 3 orang yang sebaya dengan ku.
“Hmm..namaku Shofi, kalian siapa?”
“Aku Faizah Akifah Azizah, panggilannya Ifah!” jawab seorang anak yang memiliki wajah yang imut, berkulit putih dengan ramah.
“Aku Basimah Sausan Shalihah, panggilannya Imah, aku dari Banten” Ujar anak yang memiliki wajah seperti orang cina bermata sipit, kulit putih dan tinggi itu.
“Kalau aku bernama Inayah Rafiah, panggilanku Ina, aku dari Jombang.” Jawab anak yang berwajah cantik dan bijaksana.
“Kamu dari mana?” Tanya Ifah kepadaku.
“Aku dari Surabaya.” Jawabku
Ternyata mereka ramah dan baik. Mereka telah membuat aku lupa akan kesedihanku. Kami pun beres-beres kamar dengan canda tawa.


-000-
Hari Pertama di Sekolah
Hari pertamaku bersekolah di SMPIT ABU BAKAR. Aku dan teman-teman yang berjumlah 10 orang itu namun aku baru kenal 3 orang. Wajah mereka lumayan familiar karena kami bertemu ketika Tes Penjajakan namun kami tak sempat berkenalan.
Untung aku bangun sebelum Shubuh dan bergegas mandi. Shalat Shubuh yang dipimpin oleh Ustadzah Yayuk disertai dzikir Al-Ma’tsurat sehabis shalat membuatku semakin yakin untuk sekolah di sini. Dan kini aku akan bersarapan dengan teman-teman.
Kami berangkat bersama, setibanya di sekolah kami diminta berkumpul di Masjid. Kata Kak Rizal kami akan menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) atau PeTa (Pekan Ta’aruf) selama satu minggu. Kami diwajibkan memakai atribut peserta MOS dengan lengkap. Bagi anak putra memakai topeng dari kertas koran, sarung, dan Co Card. Bagi anak putri memakai tas plastik, topi dari koran, dan Co Card.


-000-

MOS (Masa Orientasi Siswa)
Satu yang akan kulewati dengan penuh teka-teki, game (permainan), dsb. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, kalau yang putra dengan nama Negara, kalau yang putri menggunakan nama planet. Aku dapat kelompok Uranus. Teman-teman dalam kelompokku ada Rana, Icha, Lola, Ifa dan Nurul. Kakak pembimbingnya yaitu Kak Muthi’.
Pulang sekolah pukul 14.00, aku langsung berselonjor, merebahkan tubuh di atas kasur. Teman-teman yang lainnya kebanyakan melakukan hal yang sama, mengusap peluh di wajah, melepas kerudung dan kaos kaki.
Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dijemput oleh Fanya. Kami berdua pergi ke sekolah sambil bertukar cerita tentang MOS. Fanya mendapat kelompok Neptunus.
Kami latihan baris – berbaris di lapangan sekolah. Pemimpin pleton adalah ketua kelompok dan yang mengajari kami adalah kakak pembimbing. Ketua kelompokku adalah Rana. Dia adalah orang yang supel, tegas, dan pintar.
“ Seluruhnya…Siap..Grak..!” seru Rana tegas.
Kami pun mematuhi aba - abanya. Kami berlatih baris - berbaris dari pukul 15.00 hingga 17.00. Sebelumnya kami menghafalkan do’a-do’a shalat beserta artinya dan Al-ma’tsurat. Itulah syarat-syarat agar lulus MOS kali ini.
Kali ini permainan MOS adalah kami diminta untuk menutup mata dengan slayer di suatu tempat dengan isyarat pukulan pundak kami berjalan seperti kereta. Aku bingung namun syukur Alhamdulillah kelompokku dapat menyelesaikan dengan baik. Namun permainan belum cukup sampai di sini. Kami di haruskan mencari beberapa kertas yang bertuliskan nama kelompok kami. Kelompokku agak kesusahan mencari kertas-kertas itu namun akhirnya selesai juga…!
Keesokan harinya kami mendapat pengarahan tentang kebersihan lingkungan dari Ustadzah Tia. Tiba - tiba beliau mengajak kita untuk ke Asrama masing-masing. Yap..Asrama kami akan diperiksa kebersihannya.
“Adduh...kasurku hancur, bajuku belum kugantung…..gimana nih..?” aku terhanyut dengan kata-kata di dalam hatiku.
Akhirnya, tibalah saatnya Asramaku di periksa. Kamarku mendapat banyak sekali omelan-omelan yang bertubi-tubi. Namun, aku yakin itu akan membuat perubahan besar dalam hidupku.
Kami pun diperbolehkan kembali ke sekolah. Aku menuju kelas dan mulai menghafal do’a-do’a shalat. Teman sebangkuku waktu itu adalah Salsabila Nadhifah panggilannya Salsabila, dia anak fullday.
Pulang sekolah aku langsung mengantri mandi dan mencuci baju. Namun tetap saja jadwalku mencuci baju itu malam. Huft…
Seusai Shalat Maghrib, aku dan teman-temanku melangsungkan ritual Al-Ma’tsurat. Kemudian kami makan malam dan Shalat Isya’ lalu tahfidz.
Tak terasa hari - hari kulewati tanpa ada kesedihan. Itu berkat teman-temanku yang selalu menghilangkan kesedihan itu. Aku sangat bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka.
Nanti malam akan ada acara “Jurit Malam” pukul 23.00 kami diharapkan sudah berkumpul di sekolah. Adduh aku takut, jantungku berdegup kencang dan tanganku tiba - tiba dingin.
“Hi Shof...Assalamualaikum...” Sapa Fanya.
“Hi Nya...Walaikum salam…” Sahutku
“Gimana...Takut ngga’?”
“Lumayan sih...”
Aku tak sabar menanti acara ini selesai. Huh.. Bagaimanapun aku harus berani.
Pukul 24.00, pukul 01.00, pukul 02.00 aku terus melirik jam tangan Puma yang menempel di tanganku. Rana memimpin kelompokku dengan berani, tegas dan sabar. Karena Rana aku jadi lebih berani. Rana selalu memotivasi kami.
Kurang lebih pukul 03.00 kami dikumpulkan di suatu tanah lapang dengan mata tertutup. Selalu ada yang menggangguku dari sisi kanan ataupun kiri. Bibirku tak henti - hentinya komat - kamit melafadzkan kalimat thoyyibah. Suhu tubuhku menurun begitu pula yang terjadi di lingkunganku suhunya juga menurun. Aku menggigil dahsyat, Ya Allah tolong aku..! Untungnya kakak kelas yang baik hati menolongku. Mereka segera membawaku ke ruangan yang lebih hangat. Aku pun tertidur.
Pukul 04.30 aku terbangun…teman-teman berlarian dengan mata sembab. Apa yang terjadi? Aku tak peduli yang penting sekarang acara jurit malamnya telah usai.

-000-

MOS Berakhir, Sekolah pun Dimulai
Jurit Malam merupakan puncak MOS. Kini aku terdiam di dalam kelas berharap ada yang hadir dan enggan duduk di sampingku. Aku menjadi siswi kelas VII-C
Sesosok anak perempuan menghampiriku, meminta izin kepadaku agar ia diperbolehkan duduk di sampingku.
“Hi..Assalamualaikum..Aku boleh ngga’ duduk disini?” Tanyanya
“W aalaikum salam..boleh..bangkunya kosong kok..!” Jawabku.
“Ngomong - ngomong namamu siapa?”
“Aku Shofi, kalau kamu?”
“Aku Hana..”
Akhirnya Hana menjadi teman sebangkuku saat itu.
“Anak-anak saya adalah wali kelas kalian, nama saya Rury Kurniawati. Kalian panggil saya Ustadzah Rury” kata seorang wanita separuh baya yang berwajah wibawa.
Kami mendengarkan perkataan ustadzah Rury dengan seksama. Namun, beberapa dari kami asyik ngobrol sendiri. Inilah suasana kelas pertama kali yang kurasakan.
Akhirnya aku pulang, tidak ada pelajaran, yang ada hanyalah saling mengenal satu sama lain. Aku pulang dengan teman-teman seasramaku. Oh..ya.. aku lupa, aku belum mengenalkan teman-teman seasramaku ada Ifah, Ina, Imah – mereka yang pernah ku kenalkan dulu - ada juga Bunga, Indah, Icha’, Aisyah, Ifa, Ani dan Nisa.
Teman-teman seasramaku orangnya baik semua. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Itulah yang membuatku tak pernah jenuh berada di Asrama. Mereka merupakan teman seperjuanganku, kami menanggung semua masalah bersama - sama. Itulah teman - temanku.

-000-

Pengalaman Pertama Belanja
Aduh deterjen habis, susu sekarat, shampoo tinggal sedikit, gimana nih, aku bingung, aku harus belanja. Tapi, dimana? Swalayan apa? Bagaimana? Pertanyaan - pertanyaan itu membuncah di pikiranku. Akhirnya aku membuat daftar belanja dan mengambil uang dari Ustadzah Yayuk, kemudian hari Minggu aku pergi ke Swalayan terdekat yang kutahu dari teman-teman di Asrama.
Awalnya aku bingung, Aku sering melihat ibu belanja. Beliau selalu membawa daftar belanja dan memilih barang - barang yang sekiranya murah dan bagus. Aku tak tahu dimana yang murah atau yang bagus, aku cuma asal ngambil sesuai yang kubutuhkan tanpa melihat harganya. Setelah semua telah kuambil aku bawa ke kasir dan wow… pengeluaranku banyak sekali. Namun, syukur itu tak melebihi uang yang kubawa saat itu.
Aku kembali ke Asrama dengan membawa barang belanja yang banyak dan berat itu. Aku jalan kaki dari Asrama ke Swalayan itu karena jarak antara Asrama dan Swalayan tak jauh. Namun, jika itu dilalui dengan membawa barang yang berat pasti terasa jauh.

-000-

Akhirnya
Hari demi hari, Minggu demi Minggu, Bulan demi Bulan kulalui, tak terasa hari yang kunantikan tiba. Hari libur selama 2 minggu itu. Hari dimana umat muslim merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Sebelumnya Aku diwajibkan mengaji dan mengkhatamkan minimal sekali. Aku dan teman - teman diberi waktu 2 minggu untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Setiap hari selalu dipenuhi dengan mengaji. Akhirnya aku dapat mengkhatamkan Al-Q ur’an. Alhamdulillah .
Tak terasa besok aku dan teman-teman sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Rencananya aku akan pulang bersama kakak kelasku naik bus. Aku tak terlalu berfikir repotnya syarat - syarat kepulangan atau segala hal yang bersangkutan dengan pulang, yang penting aku bisa pulang.
Aku pulang dari sekolah pukul 12.00 aku segera siap - siap dan bergegas menemui kakak kelas. Kami pun berangkat ke Terminal menggunakan Taksi dan segera mencari letak Bus Patas. Setelah menemukan letak Bus Patas, kami mencari posisi duduk dan menunggu bus berangkat.
Akhirnya bus berangkat dan aku menunggu. Aku berharap segera tiba di Surabaya. Aku ingin segera memeluk keluargaku. Klaten, Solo, Sragen, Ngawi telah dilewati bus. Sekarang kami makan di sebuah depot yang bekerja sama dengan bus. Aku dan kakak - kakak kelas sedang berpuasa akhirnya makanan yang kami pesan dibungkus dan dipakai untuk berbuka di dalam bus.
Bus melanjutkan perjalanannya. Melewati Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto dan Surabaya. Akhirnya bus tiba di Terminal Purabaya. Aku bergegas turun dan mencari orang tuaku yang menjemputku di Terminal. Aku menemukan mereka. Aku pun memeluk mereka.
Tak pernah kurasakan kerinduan yang membuncah seperti ini. Biasanya, jika ada mereka aku hanya menganggap mereka remeh. Aku menganggap kalau orang tuaku dan adik - adikku biasa saja. Namu sekarang aku mengerti akan arti kehadiran mereka. Mereka hadir untuk menemaniku seumur hidupku. Mereka yang selalu menyayangiku walaupun tak mereka tunjukkan. Kasih sayang yang selalu hadir di tengah-tengah kehidupanku.
Tak banyak kata yang kuucapkan. Kini dapat aku rasakan akan manfaat hidup di Asrama. Membuatku semakin sayang, cinta dan suka terhadap keluargaku. Aku bahagia hidup di Asrama dan di Keluarga.
I LOVE MY LIFE
-THE END-

Catatan:

Kenalan Dulu yuk..!

Aku adalah seorang gadis berumur 12 tahun, aku berasal dari kota pahlawan yaitu Surabaya. Hmm… namaku Arianda Poetri Shofia Rochman. Orang-orang terdekatku sering memanggilku Shofi.Aku merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Adikku yang pertama adalah Fatimatus Tsania Rochman. Dia sedang duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6 di Surabaya. Tubuhnya yang kurus kecil serta kulitnya yang berwarna gelap membuatnya menjadi anak paling imut di keluargaku.Adikku yang kedua, Mukrima Rufaidah Rochman. Anak kecil yang suka sekali dengan warna Pink ini selalu menjadi monster di keluargaku. So… Hati-hati ya..! Kalau kamu telah berhasil membuatnya marah Aku bisa jamin ruangan kamu bisa disulapnya menjadi layaknya kapal pecah. ; )Ini dia jagoan kecil satu-satunya yang dimiliki keluargaku namanya Muhammad Yusuf Rochman. Dia adalah anak laki-laki satu-satunya yang dimiliki keluargaku sekarang. Dia bisa dibilang paling “cantik” karena bulu matanya yang lentiknya the first di keluargaku. He..he..he.. aneh ya, laki-laki sendiri kok paling cantik? Adikku yang terakhir, namanya Irbah Ashila Rochman. Dia masih bayi umurnya sekarang - saat aku membuat cerpen ini - 10 bulan. Hobbinya apalagi kalau bukan ngompol, nangis, minum susu, dan kawan-kawan. ^^By The Way kamu nyadar ngga’ kalau akhir dari namaku dan nama adik-adikku adalah Rochman. Yap.. Tidak lain dan tidak bukan itu diambil dari nama orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Siapa lagi kalau bukan bapakku namanya Zainur Rochman. Beliau sekarang bekerja di pabrik ikan yaitu …..- tidak perlu disebutkan – dan menduduki di bagian – tidak perlu disebutkan juga- ^^. Beliau berhasil menjalin hubungan baik dengan ibuku tercinta Vitri Ariyani. Dah dulu ya kenalan sama keluargaku..! Kalau mau tahu lebih lanjut tentangku dan keluargaku silahkan hubungi beeepp…- rahasia

Pramuka SIT

Prestasi Siswa

 
© Blog SMP IT ABU BAKAR YOGYAKARTA.